Menahan buang air kecil ternyata tak baik. Simak penjelasan Dokter Spesialis Bedah Urologi berikut ini. (Foto: Pexels.com)
Menahan buang air kecil ternyata tak baik. Simak penjelasan Dokter Spesialis Bedah Urologi berikut ini. (Foto: Pexels.com)

Bahaya Menahan Buang Air Kecil

Rona kesehatan
Raka Lestari • 12 November 2019 09:00
Jakarta: Menahan buang air kecil merupakan kebiasaan yang mungkin pernah dilakukan oleh banyak orang, terutama jika tidak menemukan toilet atau kamar mandi untuk buang air kecil.
 
Beberapa orang mungkin tidak langsung merasakan dampak dari menahan buang air kecil, namun menahan buang air kecil bisa berbahaya.
 
Dr. Devintha Tiza Ariani, Sp. U, Dokter Spesialis Bedah Urologi di RS Pondok Indah – Puri Indah, menjelaskan “Sebaiknya tidak menahan BAK karena akan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, terutama pada wanita, yang memiliki saluran kemih urethra yang lebih pendek dibandingkan pria."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan menahan BAK tersebut dapat menyebabkan bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih atau ginjal sehingga berakibat terkena infeksi saluran kemih,” paparnya pada Medcom.id.
 
Menurut dr. Devintha, buang air kecil (BAK) merupakan bagian normal dalam kehidupan seorang sehari-hari. BAK pada umumnya terjadi setiap tiga jam sekali. Namun itu semua tergantung dari asupan cairan yang ada pada tubuh. 
 
“Jumlah minum dan asupan cairan pada orang dewasa disesuaikan dengan berat badan, yaitu sekitar delapan gelas per hari. Frekuensi berkemih juga dipengaruhi beberapa faktor, yaitu usia, jenis minum, jumlah cairan yang diminum, kondisi medis, dan metabolik, penggunaan obat, dan beberapa keadaan khusus, salah satu contohnya kehamilan,” katanya.  
 
Bahaya Menahan Buang Air Kecil
(Dr. Devintha Tiza Ariani, Sp. U, Dokter Spesialis Bedah Urologi di RS Pondok Indah – Puri Indah. Foto: Dok. RSPI Group)

Berkemih yang normal

“Frekuensi berkemih yang normal sekitar delapan kali per hari. Selain masalah inkontinensia atau tidak bisa berkemih, ada beberapa kondisi medis metabolik yang memengaruhi frekuensi berkemih,” jelas dr. Devintha. 
 
“Hal-hal lain yang memengaruhi adalah keadaan infeksi saluran kemih, pembesaran prostat, ketidakseimbangan elektrolit, diabetes melitus, hipertensi, dan beberapa kondisi medis lainnya dapat mempengaruhi frekuensi berkemih.”
 
Ia menyarankan jika frekuensi berkemih dirasakan sudah sampai tahap mengganggu dan memengaruhi kualitas hidup Anda maka ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis beda urologi untuk mengetahui penyebanya. 
 
“Kapasitas kandung kemih yang normal adalah sekitar 300-500 cc air yang disesuaikan dengan usia dan kondisi metabolik seseorang, dan sebaiknya berkemih dalam delapan kali sehari,” saran dr. Devintha.
 
Salah satu yang menyebabkan seseorang menahan BAK adalah ketika sedang melakukan perjalanan jauh, dr. Devintha menjelaskan, “Saat perjalanan jauh, asupan cairan per hari tetap harus dipenuhi. Sebelum perjalanan sebaiknya berkemih dahulu. Apabila frekuensi berkemih terlalu sering dan mengganggu aktivitas, alangkah baiknya untuk dicari penyebabnya supaya gejala/penyakit dapat diterapi lebih awal.”
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif