Ilustrasi--Pexels
Ilustrasi--Pexels

Peneliti: Medsos Membahayakan Kesehatan Anak Perempuan

Rona media sosial
Dhaifurrakhman Abas • 16 Agustus 2019 07:06
Medsos disebut membahayakan kesehatan anak perempuan, karena menyebabkan perundungan atau kurang tidur dan olahraga. Sementara anak laki-laki tidak terganggu dengan medsos, lantaran lebih jarang menggunakan medsos.
 

Jakarta: Para ahli dan beragam penelitian mengaitkan media sosial (medsos) dengan penyebab gangguan kesehatan mental di kalangan pemuda. Bahkan dalam beberapa kasus, medsos menjadi alasan seseorang melakukan tindakan bunuh diri.
 
Akan tetapi baru-baru ini sebuah studi memiliki penemuan yang bertentangan dari kepercayaan selama ini. Medsos disebut tidak memiliki dampak yang sangat besar pada kepuasan hidup remaja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal itu diungkapkan sebuah studi yang diterbitkan dalam Lancet Child & Adolescent Health. Studi menyebut medsos dikaitkan dengan penyebab kesehatan mental hanya dalam keadaan dan untuk orang-orang tertentu.
 
Pemimpin penelitian, Dasha Nicholls, menyebut penggunakan medsos tampaknya membahayakan kesehatan anak perempuan. Utamanya ketika sampai menyebabkan mereka diserang perundungan atau kurang tidur dan olahraga.
 
Akan tetapi, kata Nicholls, faktor-faktor ini tampaknya tidak memiliki efek yang sama pada anak laki-laki. Dalam penelitian ini tidak ditemukan hal spesifik yang membuat medsos membahayakan anak laki-laki.
 
"Pesannya, sebenarnya bukan penggunaan media sosial yang menyebabkan kerugian. Ini tentang mendapatkan keseimbangan antara penggunaan media sosial dan kegiatan lain yang sesuai usia, dan memastikan bahwa tidak ada hal-hal negatif spesifik yang terjadi secara online,” kata Nicholls memimpin tim riset Kesehatan Mental Anak dan Remaja di Imperial College London, seperti dilansir time.
 
Dalam studi ini Nicholls dan para peneliti menganalisis studi Our Futures yang di dalamnya terdapat data 10 ribu remaja di Inggris yang berusia kisaran 13-14 tahun. Analisis tersebut dilakukan selama tiga tahun dan dimulai dari tahun 2013.
 
Para responden lantas diminta menjawab pertanyaan tentang frekuensi penggunaan media sosial dan interaksi sosial secara langsung, serta profil kesehatan dan demografi. Pada tahun-tahun berikutnya, remaja yang sama memberikan informasi terbaru tentang penggunaan media sosial mereka, dan menanggapi pertanyaan lain tentang kesehatan mental, kebiasaan tidur, aktivitas fisik, dan cyberbullying.
 
Hasilnya, pada 2013, hanya sekitar 43 persen remaja dalam penelitian ini yang mengatakan mereka secara rutin memeriksa media sosial beberapa kali sehari. Hal ini meningkat menjadi 59 persen di tahun kedua, dan 68,5 persen di tahun ketiga.
 
Singkat cerita, peneliti menyebut hubungan antara medsosi dan kesehatan mental yang buruk hanya menunjukkan pada kasus sebesar 12 persen. Hal ini cenderung terjadi pada anak perempuan daripada anak laki-laki. Lantaran anak perempuan mengalami lebih banyak cyberbullying daripada anak laki-laki.
 
Selain itu, menurut Nicholls, anak laki-laki tidak terganggu lantaran lebih jarang menggunakan medsos. Sehingga waktu tidur, bermain dan olah raga pada anak lelaki tetap terpenuhi.
 
“Pesan utama bagi kaum muda adalah, tidurlah yang cukup. Jangan kehilangan kontak dengan teman-teman Anda di kehidupan nyata. Kemudian, aktivitas fisik penting untuk kesehatan mental dan kesejahteraan,. Jika Anda menjaga diri dengan cara-cara itu, Anda tidak perlu khawatir tentang dampak media sosial," tandasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif