Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Dampak yang Dialami ketika Anak Terlambat Diimunisasi

Rona tumbuh kembang bayi imunisasi
Kumara Anggita • 16 Juni 2020 08:36
Jakarta: Dalam masa pandemi covid-19 ini, beberapa orang lebih memilih untuk menunda imunisasi anak agar terhindar dari virus. Namun tindakan ini sesungguhnya tidak dianjurkan karena nanti anak bisa mendapatkan kerugian lainnya.
 
Seperti yang diutarakan dr. Citra Amelinda, Sp.A, IBCLC, M.Kes, ia bahwa anak bayi sangat rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, mendapatkan vaksin menjadi hal yang sangat penting pada awal kehidupannya.
 
“Anak bayi itu belum punya perlindungan apapun dan dia sudah sangat rentan terkena infeksi-infeksi dari penyakit-penyakit yang harusnya bisa dicegah oleh vaksin. Jadi risikonya bisa tertular penyakit tersebut,” ujar dr. Citra.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kalau sudah sakit, komplikasinya berat dan itu risikonya untuk tumbuh kembangnya kelak,” lanjutnya.

Imunisasi apa yang wajib?

“Imunisasi dasar yang wajib yaitu waktu lahir, satu bulan, dua, tiga, empat, sembilan bulan. Kemudian sampai 18 bulan. Minimal itu dulu kemudian bisa tambah dengan anjuran,” terang dr. Citra.

Cara ke faskes di tengah pandemi covid-19

Dokter Citra mengungkapkan bahwa prinsip utama untuk menghindari korona saat memberikan imunisasi adalah physical distancing dan menjaga kebersihan. Pastikan Anda dan anak mencuci tangan, tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut, dan menjaga jarak dari orang-orang.
 
“Pilihalah faskes yang memisahkan anak Anda dari yang sakit, lakukan perjanjian pertemuan dulu, selesaikan administrasinya sebelumnya, telekonsultasi dengan dokternya untuk nanya imunisasinya, tindakan yang dilakukan ketika ada efek samping, datang, vaksin, tunggu di mobil 30 menit kemudian pulang,” jelasnya.
 

(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif