Ciri-ciri ibu yang terkena diabetes gestasional adalah sering haus, sering lapar dan sering buang air kecil. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Ciri-ciri ibu yang terkena diabetes gestasional adalah sering haus, sering lapar dan sering buang air kecil. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Ibu Hamil Cek Hemoglobin A1c untuk Ketahui Diabetes Gestasional

Rona diabetes kehamilan Diabetes gestasional
Kumara Anggita • 26 Mei 2020 07:00
Jakarta: Tak semua orang sadar bahwa dirinya sudah terkena diabetes. Padahal penyakit ini harus dikontrol terus-menerus. Oleh karena itu, setiap orang perlu untuk mengeceknya khususnya untik orang-orang yang sedang hamil. 
 
Ini karena dalam masa kehamilan, para ibu hisa kena diabetes getasional. Diabetes gestasional adalah kondisi di mana kadar gula darah ibu meninggi. Dan menariknya kadar gula imi akan kembali normal saat melahirkan.
 
Dr. Rizal Fitni, Sp.OG merupakan seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RS Airlangga Jombang menjelaskan bahwa umumnya ciri-ciri ibu yang terkena diabetes gestasional adalah sering haus, sering lapar dan sering buang air kecil, mulut kering, tubuh gampang lelah, penglihatan kabur atau buram.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun menurutnya tak semua orang menunjukkan gejala sperti itu. Oleh karena itu dia menganjurkan agar para ibu melakukan pemeriksaan ke rumah sakit. 

Pemeriksaan HbA1c (hemoglobin A1c) 

Ada berbagai cara untuk melakukan pemeriksaan kadar gula, salah satu diantaranya adalah HbA1c (hemoglobin A1c). Menurutnya pemeriksaan ini penting dilakukan, seiring dengan prediksi Kementerian Kesehatan bahwa angka penderita diabetes di Indonesia akan terus meningkat. 
 
“Sepanjang tahun 2018, tercatat ada sekitar 16 juta kasus diabetes,” tambahnya dalam sesi Roompi di aplikasi Orami Parenting.

Fungsi pemeriksaan HbA1c

Pemeriksaan HbA1c berfungsi untuk mengukur rata-rata jumlah hemoglobin A1c yang berikatan dengan gula darah (glukosa) selama tiga bulan terakhir. Durasi ini sesuai dengan siklus hidup sel darah merah, termasuk hemoglobin, yaitu tiga bulan.
 
“Apabila Anda berisiko mengalami diabetes atau kerap mengalami peningkatan kadar gula darah namun belum terdiagnosis diabetes (prediabetes), Anda dapat memanfaatkan pemeriksaan HbA1c untuk memastikannya,” jelasnya. 
 
“Anda dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan HbA1c setiap 1 sampai 2 tahun sekali,” tambahnya. Jadi, lakukanlah pemeriksaan ini agar Anda bisa tahu apakah Anda memiliki diabetes atau tidak sehingga jika ada, gula darah tersebut bisa dikontrol dan tak menyebabkan komplikasi. 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif