Dilansir dari People, berendam di air panas adalah salah satu contoh dari penerapan metode pemanasan pasif. (Foto: Ilustrasi. Dok. Timothy Dykes/Unsplash.com)
Dilansir dari People, berendam di air panas adalah salah satu contoh dari penerapan metode pemanasan pasif. (Foto: Ilustrasi. Dok. Timothy Dykes/Unsplash.com)

Berendam Air Hangat Dapat Membakar Kalori?

Rona kesehatan
Kumara Anggita • 14 Januari 2019 20:04
Jakarta: Penelitian terbaru menunjukkan bahwa berendam dengan air panas tanpa melakukan apapun dapat membakar kalori sebanyak orang yang yang berjalan 30 menit. Metode ini sedang populer di Finland.
 
Sekelompok peneliti di Loughborough University membuktikan teori ini dengan melakukan tes pada 14 orang. Mereka yang bersepeda selama satu jam dan orang yang berendam di air hangat dengan suhu 104 derajat fahrenheit (40 celsius) membakar jumlah kalori yang sama.
 
Dalam tulisan Erika Owen dalam artikel "New Study Says Taking a Hot Bath Burns as Many Calories as a 30-minute Walk," mengatakan mereka yang bersepeda memang terbukti membakar kalori lebih banyak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Akan tetapi, fakta unik menunjukkan bahwa berendam di air panas mampu membakar 130 kalori, yang artinya setara dengan 30 menit berjalan," jabarnya lagi.
 

(Penelitian terbaru menunjukkan bahwa berendam dengan air panas tanpa melakukan apapun dapat membakar kalori sebanyak orang yang yang berjalan 30 menit. Metode ini sedang populer di Finland. Foto: Genessa Panainte/Unsplash.com)
 
(Baca juga: Berendam Air Hangat Bantu Sehatkan Mental)
 
Dilansir dari People, berendam di air panas adalah salah satu contoh dari penerapan metode pemanasan pasif dalam penyembuhan medis. Metode ini masih terbilang baru namun saat ini sedang populer di salah satu negara seperti Finland.
 
Metode ini populer karena simpel dan memberikan banyak keuntungan dari sisi kesehatan. Sebuah studi dalam jurnal JAMA Internal Medicine tahun 2015 menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di sauna atau melakukan tindakan pemanasan pasif lainnya dapat membantu menangkal penyakit kardiovaskular.
 
Tidak hanya itu, pemanasan pasif  ini juga dapat mengurangi inflamasi.
 
Fakta lain yang harus diingat, dampak yang diberikan dari pemanasan pasif berbeda-beda antara perempuan dan laki-laki. Penelitian ini dilakukan pada 14 laki-laki. Namun pastikan Anda mengonsultasikannya terlebih dahulu pada dokter Anda, terutama jika ada riwayat penyakit tertentu.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi