Tips agar Kerja Otak Lebih Efisien
Para peneliti dari Rotman Research Institute dari Baycrest menemukan bahwa musisi dan orang dwibahasa (bilingual) menggunakan lebih sedikit sumber daya otak saat menyelesaikan tugas. (Foto: Jacek Dylag/Unsplash.com)
Jakarta: Ada berbagai cara untuk membuat otak menjadi lebih efisien, dua diantaranya adalah memelajari bahasa lain atau bermusik. 

Para peneliti dari Rotman Research Institute dari Baycrest menemukan bahwa musisi dan orang dwibahasa (bilingual) menggunakan lebih sedikit sumber daya otak saat menyelesaikan tugas yang berhubungan dengan memori kerja.

Menurut studi yang dipublikasi dalam jurnal Annals of the New York Academy of Sciences tersebut, dua tipikal tersebut mengaktivitasi jaringan otak yang berbeda dan menunjukkan aktivitas otak yang lebih sedikit saat menyelesaikan tugas dibandingkan orang yang hanya menguasai satu bahasa dan tak memiliki kemampuan bermusik. 


Peneliti Dr Claude Alain mengungkapkan bahwa kemampuan tersebut menguntungkan bagi tubuh karena melawan penurunan kognitif dan memperlambat munculnya demensia. 

"Penemuan ini juga menunjukkan bahwa pengalaman seseorang, dalam mempelajari musik atau bahasa lain, dapat mempertajam fungsi otak dan jaringan yang digunakan," tukasnya, seperti dilansir Thehealthsite.com. 

Musisi dan orang dwibahasa terbukti memiliki memori kerja yang lebih baik, kemampuan untuk mengingat hal-hal, seperti mengingat nomor telepon, daftar instruksi atau melakukan matematika mental. Namun, para peneliti belum dapat mengidentifikasi mengapa hal tersebut terjadi. 

Studi menganalisis otak dari 41 orang dewasa muda antara usia 19-35 tahun, yang masuk dalam tiga kategori: non-musisi berbahasa Inggris, musisi yang hanya berbicara bahasa Inggris dan orang bilingual yang tidak memainkan alat musik.


(Musisi dan orang dwibahasa terbukti memiliki memori kerja yang lebih baik. Foto: Akshar Dave/Unsplash.com)

(Baca juga: 5 Kebiasaan Sederhana yang Membuat Otak Lebih Pintar)

Setiap gambar otak difoto ketika mereka diminta untuk mengidentifikasi apakah suara, baik dari alat musik, lingkungan atau manusia; sama dengan yang sebelumnya terdengar.

Selain itu, para partisipan juga diminta untuk mengidentifikasi apakah suara yang mereka dengar berasal dari arah yang sama dengan suara sebelumnya.

Matematika yang mengacu pada mental, praktek melakukan mental math (kemampuan hapal di luar kepala).

Menurut penelitian, musisi mengingat jenis suara lebih cepat daripada individu dalam kelompok lain, sementara orang bilingual dan musisi berkinerja lebih baik pada tugas lokasi.

Partisipan dengan kemampuan bilingual memiliki nilai yang hampir sama dengan partisipan yang hanya berbicara satu bahasa dan tidak memainkan alat musik untuk mengingat suara, tetapi mereka masih menunjukkan sedikit aktivitas otak saat menyelesaikan tugas.

"Orang-orang yang berbicara dua bahasa mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses suara karena informasi tersebut dijalankan melalui dua perpustakaan bahasa daripada hanya satu," Dr Alain menyimpulkan. 

"Selama melakukan tugas tersebut, otak orang bilingual menunjukkan tanda aktivasi yang lebih besar di area yang dikenal untuk pemahaman bicara. Hal ini mendukung teori penelitian ini."






(TIN)