Apakah Penyakit Kejiwaan Diturunkan?
Tidak ada gen spesifik untuk penyakit mental. Para ilmuwan belum menemukan gen spesifik yang dapat dikaitkan dengan penyakit mental. (Foto: Edgar Gomez/Unsplash.com)
Jakarta: Menurut National Alliance on Mental Illness, setiap tahun sebanyak 1 dari 5 orang dewasa di Amerika mengalami penyakit mental.

Dan bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah kesehatan mental, ini dapat menimbulkan pertanyaan: "Apakah Saya akan mengalaminya juga?"

Tidak ada gen spesifik untuk penyakit mental. Para ilmuwan belum menemukan gen spesifik yang dapat dikaitkan dengan penyakit mental. 


"Ini adalah sesuatu yang rumit," ujar Don Mordecai, pemimpin kesehatan tubuh dan mental di Kaiser Permanente. "Ketika kita menyebutkan suatu penyakit bersifat 'genetik' maksudnya adalah ada beberapa komponen yang bersifat genetik. Genetika dapat meningkatkan risiko Anda, tetapi itu bukan jaminan bahwa Anda akan mengalaminya," ujar Mordecai.

(Baca juga: Jangan Menyebut Gila pada Penderita Gangguan Jiwa)


(Dalam studi dijelaskan bahkan kembar identik tidak memiliki risiko risiko yang sama terhadap gangguan kejiwaan. Foto: Sharon McCutcheon/Unsplash.com)

Lingkungan Anda berperan sangat penting

Faktor lingkungan memainkan peran penting dalam perkembangan kondisi kesehatan mental. Mulai dari stres hingga gizi buruk hingga penyalahgunaan zat terlarang, kematian, perceraian, penelantaran dan kehidupan keluarga. 

"Kecenderungan genetik untuk terkena penyakit mental ditambah dengan faktor lingkungan dapat meningkatkan kemungkinan seorang anak atau orang dewasa menunjukkan gejala penyakit mental," kata Mordecai. 

Menurut Jonathan Sperry, asisten profesor dari Lynn University mengatakan bahwa kombinasi antara stres akut seperti masalah keuangan, pekerjaan, akademik, masalah perkawinan, atau masalah kesehatan dan keluarga, dan kecenderungan genetik terhadap gangguan kesehatan mental dapat meningkatkan kemungkinan Anda mengembangkan penyakit mental.

Bahkan kembar identik tidak memiliki risiko risiko yang sama

"Orang-orang memiliki respons yang berbeda terhadap stres yang sama," kata Sperry. "Pada dua kembar identik yang memiliki DNA genetik yang sama, gejala depresi mungkin tidak terjadi pada salah satu dari mereka. Seseorang mungkin tidak mengembangkan gangguan kejiwaan yang ada di keluarga mereka meskipun mereka berdua mungkin mengalami stres yang sama."






(TIN)