LakukanPrenatal Diagnosis demi bisa melihat dan mendeteksi kelainan pada calon bayi Anda. (Foto: Pexels)
LakukanPrenatal Diagnosis demi bisa melihat dan mendeteksi kelainan pada calon bayi Anda. (Foto: Pexels)

Hamil Perdana di Usia 35 Tahun, Berpeluang Punya Anak Down Syndrome?

Rona kehamilan
Kumara Anggita • 04 November 2019 19:00
Jakarta: Tidak semua perempuan bisa melahirkan anak pertamanya pada usia muda. Mungkin karena belum menikah, belum siap punya anak, atau tuntutan pekerjaan.
 
Sayangnya, Direktur Utama RSAB Harapan Kita, Spesialis Kandungan, Didi Danukusumo  menjelaskan bahwa perempuan yang melahikan pertama kali pada usia 35 tahun punya peluang lebih besar memiliki anak down syndrome.
 
“Ibu-ibu yang hamil pertama kali di atas 35 tahun berpeluang mendapatkan anak dengan kelainan down syndrome 3 kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang di bawah 35 tahun,” jelas Dokter Didi pada wartawan di RSAB Harapan Kita Jakarta, Senin, 4 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini terjadi karena perempuan yang berusia di atas 35 tahun tidak memproduksi telur dalam jumlah banyak. Layaknya mereka yang berusia di bawah 35 tahun.
 
“Anak sekarang rata-rata menstruasi pertama kali di usia 10-11-12 tahun. Kalau telur itu pecah tiap bulan, waktu di usia 10-11-12 telurnya ada 2 juta. Kan telurnya pecah terus ya, sampai telurnya habis nanti menopause,” paparnya.
 
“Di umur 35 tahun ke atas telur tinggal 2.000. Jadi di antara 2 juta dan 2.000, telur yang jelek kemungkinan kita dapat di telur yang 2.000. Kalau sperma nembak di antara 2 juta lebih susah dapat yang tak bagus. Oleh karena itu, risiko kelainan bawaan tiga kali lebih besar pada usia di atas 35 tahun,” lanjutnya.
 
Untuk menghindari hal ini terjadi, Anda bisa melakukan pemeriksaan. Namanya Prenatal Diagnosis. Prosesnya dikerjakan 11 minggu. Di sini juga kita bisa mendeteksi kelainan yang lainnya.
 
“Ada beberapa secara epidiomology, konsumsi asam folat itu mengurangi kejadian kelainan bawaan walaupun sebenanya kita bisa deteksi kelainan bawaaan di triwulan kedua,” jelas Dokter Didi.
 
Indonesia adalah salah satu negara prevelansi bayi dengan kelainan bawaan cukup tinggi. Menurut Global Report on Birth Defect yang dirilis oleh March of Dimes Birth Defects Foundation (2006), prevelansi bayi dengan kelainan bawaan di Indonesia adalah 59,3 per 1000 kelahiran hidup.
 
Karena itu, lakukanlah pemeriksaan-pemeriksaan dan usaha preventif lainnya yang tepat. Hal itu berguna untuk mengurangi resiko kelainan bawaan terjadi pada calon anak Anda.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif