Pada intinya, tindakan ini tidak baik karena akan menimbulkan dampak pada orang-orang di sekitarnya. (Foto Ilustrasi: Rawpixels)
Pada intinya, tindakan ini tidak baik karena akan menimbulkan dampak pada orang-orang di sekitarnya. (Foto Ilustrasi: Rawpixels)

Penderita Manipulative Disorder, Berbahayakah?

Rona psikologi
Raka Lestari • 21 Juli 2019 16:00
Gangguan manipulative disorder memang tak banyak disadari orang. Gangguan ini ditandai oleh pengunaan manipulasi psikologis yang bertujuan meraih kekuasaan, memegang kendali, dan memanfaatkan orang lain.
 
Jakarta: Salah satu gangguan psikologis yang mungkin tidak banyak orang menyadarinya adalah manipulative disorder. Biasanya gangguan psikologis ini dilakukan oleh mereka untuk mendapatkan kuasa atas orang lain. Gangguan ini harus segera ditangani karena tentunya akan memiliki dampak negatif pada orang-orang di sekitarnya.
 
Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa dari RS Pondok Indah, dr. Ashwin Kandouw, Sp. KJ, menjelaskan  gangguan manipulative disorder adalah gangguan yang ditandai oleh penggunaan manipulasi psikologis dan eksploitasi mental. Tujuannya untuk meraih kekuasaan, memegang kendali, mendapatkan keuntungan, dan manfaat dengan cara mengorbankan orang lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dr. Ashwin, tanda-tanda dari gangguan psikologis ini di antaranya adalah tidak bisa introspeksi dan selalu menyalahkan orang lain. Selain itu mereka juga tidak menghormati batas dari privasi orang lain, tidak merasa punya tanggung jawab dan perlu bertanggung jawab atas akibat dari perilakunya.
 
Tanda-tanda gangguan psikologis manipulative disorder juga adalah merasa bahwa dirinya lebih penting dibandingkan dengan orang lain.
 
Selain itu, para penderita manipulative disorder juga merasa dirinya di atas hukum dan senang memangsa atau memanfaatkan kelemahan orang lain untuk kepentingan dan kesenangannya sendiri. Tanda lain yang bisa terlihat adalah para penderita manipulative disorder juga sering menciptakan intrik dan kekacauan bagi orang-orang yang ada di sekitar mereka tersebut.
 
"Semua terpusat pada dirinya sendiri, kedangkalan emosi, tidak mampu berempati, ketidakmampuan mempunyai hubungan yang langgeng, memanipulasi siapapun di sekitarnya untuk kesenangan dan kepuasannya juga merupakan tanda-tanda dari seseorang yang mengalami manipulative disorder," jelas dr. Ashwin.
 
Ada empat tipe kepribadian yang dikaitkan dengan manipulative disorder, yaitu antisocial, narcissistic, borderline, dan histrionic. Orang-orang dengan tipe kepribadian seperti ini sangat sulit untuk berubah ataupun diubah.
 
Pada intinya, dr. Ashwin juga menambahkan bahwa cara manipulative seperti ini merupakan cara yang tidak baik karena akan menimbulkan dampak pada orang-orang di sekitarnya. Penderita seperti ini tidak merasa ada yang salah dengan perilakunya, maka sulit untuk mengharapkan mereka akan berubah.
 
Beda Stres dengan Depresi

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif