Merokok berisiko menyebabkan gangguan jantung hingga kanker dan paru, bahkan kanker. (Ilustrasi/Rokok)
Merokok berisiko menyebabkan gangguan jantung hingga kanker dan paru, bahkan kanker. (Ilustrasi/Rokok)

Penyebab Anak Merokok

Rona rokok
Sunnaholomi Halakrispen • 18 Januari 2020 18:05
Jakarta: Merokok berisiko menyebabkan gangguan jantung hingga kanker dan paru, bahkan kanker. Namun, kerap kali anak-anak sudah mulai merokok meski mengakibatkan beragam penyakit.
 
Ada beberapa faktor penyebab anak terjerumus merokok. Salah satunya, yang paling gampang, ialah contoh. Ketika ada contoh yang dilihat anak, mereka pun ingin ikut. 
 
"Baru lihat contoh sudah menimbulkan keinginan untuk ikut. Jadi mereka berpikir, oh rokok itu apa ya, aku juga mau tahu. Pasti selalu berpikir seperti itu anak-anak," ujar dr. Mayung Sambo Sp.A(K) selaku Sekretaris Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terlebih, ketika di dalam rumah ada anggota keluarga yang merokok, misalnya sang ayah. Namun, meskipun tidak ada anggota keluarga yang merokok, anak bisa melihat contoh di luar rumah. Baik tetangga maupun orang-orang perokok di tempat umum.
 
"Ada memang titik-titik tertentu di dalam perkembangan mental saat menginjak remaja, terus maunya explore mencoba semua hal. Memang ada dorongan untuk mencoba," imbuhnya.
 
Ia memaparkan, pihaknya berharap agar seisi rumah tidak ada anggota keluarga yang merokok. Kesehatan anak pun akan masuk kategori baik. 
 
Contoh yang baik dari orang dewasa akan menanamkan perilaku yang baik juga untuk anak dan remaja di kemudian hari. Sebab, apabila melihat orang merokok sebagai contoh, anak berisiko terus penasaran untuk mencobanya.
 
"Coba-coba saja awalnya itu sudah cukup memberikan pengaruh ke otak dan menimbulkan adiksi, dia akan ingin lagi, ingin lagi, tanpa bisa menjelaskan kenapa menginginkannya lagi," paparnya.
 
Setelah anak ketahuan sudah mulai mencoba merokok, orang tua harus mengambil sikap. dr. Mayung menyarankan untuk konseling agar anak segera berhenti merokok. 
 
"Kalau misalnya orang tuanya masih kasih contoh dengan merokok, tentu tidak bijaksana bagi si anak dan susah membuat anak berhenti. Jadi do i do bukan do i say, jadi pakai contoh memang paling tepat," tandasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif