Ilustrasi simbol pita peduli kanker (Foto: Pexels)
Ilustrasi simbol pita peduli kanker (Foto: Pexels)

Mitos-mitos Mengenai Kanker Ovarium

Rona kanker
Raka Lestari • 04 Februari 2020 14:05
Jakarta: Kanker ovarium merupakan salah satu kanker yang berbahaya. Ada banyak wanita yang terkadang tidak menyadari bahwa mereka mengalami kanker ovarium, barulah stadium akhir kanker tersebut diketahui.
 
Mengetahui beberapa gejala awal kanker ovarium sangat penting, namun jangan sampai terkena mitos-mitos menyesatkan mengenai kanker ovarium.
 
Seperti dimuat thehealthy, berikut beberapa mitos mengenai kanker ovarium yang sebaiknya tidak Anda percaya:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bedak atau kosmetik dapat menyebabkan kanker ovarium 
 
Anda mungkin pernah mendengar mengenai produk kosmetik yang bersifat bubuk seperti bedak tabur atau kosmetik untuk pembersih bagian wanita yang berbentuk bubuk dapat menyebabkan kanker. Steve Vasilev, MD, direktur medis onkologi ginekologi integratif di Providence Saint John's Health Center, mengatakan tidak ada ilmu pengetahuan yang menunjukkan bahwa bedak menyebabkan kanker ovarium.
 
Jika memiliki riwayat keluarga terkena kanker ovarium maka pasti akan mengalami juga
 
Banyak wanita yang merasa putus asa ketika memiliki riwayat keluarga terkena kanker jenis apapun, salah satunya adalah kanker ovarium pasti akan mengalami kanker juga. Dr Vasilev mengatakan, faktor keturunan hanya menyumbang 10 persen dari kasus. "Faktor risiko terbesar adalah ovarium itu sendiri. Inilah sebabnya mengapa semua wanita perlu mewaspadai gejala kanker ovarium dan tetap mendapatkan informasi terbaru mengenai kanker ovarium,” katanya.
 
Pap smear dapat mendeteksi kanker ovarium
 
Dr Vasilev  mengatakan pap smear hanya dirancang untuk menangkap kanker serviks. Ia menambahkan bahwa tidak ada tes skrining tunggal untuk kanker ovarium.
 
"Saat ini tes darah CA125 dan USG panggul adalah standar tetapi mereka tidak dapat diandalkan," terangnya.
 
Ia menjelaskan bahwa ada beberapa tes baru yang menjanjikan untuk pengembangan pap smear yang akan diharapkan bisa digunakan pada beberapa tahun mendatang.
 
Tidak ada gejala awal pada kanker ovarium 
 
Ada gejala awal kanker ovarium, kata Vasilev, namun memang seringkali itu bersifat umum sehingga wanita salah melakukan diagnosis. Kesalahan dalam diagnosis inilah yang menyebabkan mengapa kanker ini sering tidak terdeteksi.
 
Jadi, jika Anda memiliki gejala kanker ovarium seperti kembung kronis, perubahan tiba-tiba pada kebiasaan buang air besar atau urin, nyeri atau tekanan panggul atau perut, nyeri saat berhubungan seks, penurunan berat badan yang cepat tanpa alasan, atau gangguan pencernaan sebaiknya segera periksakan diri Anda.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif