Kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda. Sehingga diet pada satu orang dengan orang lainnya berbeda. (Foto: Pexels.com)
Kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda. Sehingga diet pada satu orang dengan orang lainnya berbeda. (Foto: Pexels.com)

Berapa Kali Anda Seharusnya Makan ketika Diet?

Rona diet
Kumara Anggita • 03 Maret 2020 18:12
Jakarta: Setiap orang mengikuti program diet yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya ada yang makan sekali atau tiga kali dalam sehari, tidak makan karbohidrat sama sekali, atau melewati makan malam. Namun apakah cara diet seperti ini baik untuk kesehatan?
 
Menurut dr. Amanda Dianky selaku Medical Scientific PT Kalbe Farma Tbk, diet yang baik adalah diet yang tetap mengedepankan kebutuhan gizi.
 
"Kekurangan satu komponen gizi saja dapat memengaruhi metabolisme yang memberikan kerugian lebih besar untuk tubuh Anda," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Diet yang sehat adalah yang tetap makan lima komponen makanan karbohidrat, protein hewani, nabati, sayur, buah harus tetap dimakan. Jangan ada satu golongan tertentu dihilangkan. Misalnya no karbohidat. Itu yang bikin kacau metabolisme dan sampai akhirnya memengaruhi siklus dari hormon,” papar dokter yang ramah ini.
 
Selain itu, ia juga menganjurkan Anda untuk makan lima kali sehari walaupun hanya dengan jumlah yang sedikit. Anda harus pintar-pintar membagi jatah konsumsi kalori sehari agar bisa dibagi lima kali.
 
“Kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda, tergantung dari berat badan, tinggi badan, dan usia. Dilihat berapa kalori yang dibutuhkan dalam sehari. Idealnya lima kali makan yang terdiri dari sarapan, makan siang, snack sore, dan makan malam. Jumlah kalori itu dibagi dalam lima itu tadi,” ungkapnya.
 
Tak hanya itu, ia menekankan agar Anda mengikuti program diet dengan alasan untuk menyehatkan tubuh. Lihatlah apa yang terjadi pada tubuh Anda ketika gaya hidup sehat telah diterapkan.
 
“Banyak orang berpikir untuk apa diet lagi nanti naik lagi. Lalu Anda menyerah. Jangan lihat timbangan saja. Lihat progresnya. Bandingkan sebelum program dan sekarang (kesehatan)," paparnya.
 
"Jangan balik lagi. Karena semua kesehatan bukan hanya dari berat badan harus holistik." Dengan motivasi tersebut, Anda akan mendapatkan hasil diet yang lebih optimal dan konsisten. Tertarik mencobanya?
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif