Dokter Amanda Dianky selaku Medical Scientific PT Kalbe Farma Tbk menjelaskan bahwa ada tiga fase yang biasa dialami oleh orang yang sedang menjalankan program diet.  (Ilustrasi/Pexels)
Dokter Amanda Dianky selaku Medical Scientific PT Kalbe Farma Tbk menjelaskan bahwa ada tiga fase yang biasa dialami oleh orang yang sedang menjalankan program diet. (Ilustrasi/Pexels)

Mengapa di Tengah-tengah Program Diet Berat Badan Stuck?

Rona diet
Kumara Anggita • 06 Maret 2020 14:00
Jakarta: Dokter Amanda Dianky selaku Medical Scientific PT Kalbe Farma Tbk menjelaskan bahwa ada tiga fase yang biasa dialami oleh orang yang sedang menjalankan program diet.  Pertama ketika berat badan terus menurun, kedua saat berat badan stuck, dan ketiga saat selesai diet berat badan naik lagi bahkan bisa lebih besar daripada berat badan sebelumnya.
 
Di masa berat badan stuck ini lah orang-orang mulai putus asa dan akhirnya menyerah dan tak melanjutkan gaya hidup sehat lagi. Saat ini terjadi Anda seharusnya jangan mundur dulu melainkan berkonsultasi pada dokter atau ahli gizi. 
 
“Mulai masuk ke fase plateau, saat itu terjadi perlu di-review dari banyak aspek. Apakah dia bener-bener salah makan atau dia fisiologisnya cuman sedang menahan, berontak, atau memang berat badannya tidak bisa lagi menurun, sudah mentok segitu. Itu perlu di-reviev. Oleh karena itu perlu konsultasi kembali ke dokter atau ahli gizi supaya Anda mengerti cara-cara menurunkan berat badan lagi,” ungkapnya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun intinya, get back to the rules. Kembali lagi ke jalan yang benar antara lain buat alasan yang bagus, re-engage, konsultasi, dan, fokus pada perkembangan. 

Buat alasan yang bagus

Orang mengikuti program diet karena dimotivasi oleh sesuatu. Misalnya untuk menyenangkan orang lain, ikut-ikutan trend, atau biar pakaian-pakaian bagus terlihat di tuhuh. Dokter Amanda menganjurkan agar Anda mendasari diet tersebut dengan alasan yang lebih kuat lagi seperti demi kesehatan. Hal ini bisa membuat Anda jadi lebih konsisten. 
 
“Buat alasan yang benar misalnya aku ingin diet karena aku ingin sehat. Bayangkan biaya yang keluar berapa kalau sakit. Atau untuk ibu-ibu kalau punya anak bisa berpikir siapa yang jagain kalau ibunya kenapa-napa. Atau untuk yang single, nanti merepotkan keluarga, kerabat, dan lain-lain,” ujarnya.

Re-engage

Re-engage dilakukan melalui dorongan dari orang-orang, kontrol dari diri sendiri, dan mencari banyak informasi. Support didapatkan dari orang yang sejalan dengan tujuan Anda yang ingin memliki hidup yang sehat. Anda bisa masuk ke komunitas tertentu agar terus diingatkan untuk menjaga komitmen yang telah dibuat. 
 
“Selesai program bisanya balas dendam. Makan apapun. Carilah support. Join community,” ungkapnya. 
 
Selain itu, Dokter Amanda melanjutkan bahwa Anda juga bisa juga men-download aplikasi-aplikasi yang relevan dengan diet Anda. Aplikasi yang bisa melihat seberapa banyak kalori yang Anda konsumsi dan kalori yang keluar. Ini digunakan untuk memgontrol diri sendiri. 
 
Jangan lupa juga untuk terus memperkaya diri dengan informasi-informasi yang berkaitan dengan diet yang sehat. Pengetahuan tersebut bisa terus memotivasi Anda untuk tetap mempertahankan gaya hidup sehat. “Follow akun-akun yang memaparkan diet-diet sehat,” jelasnya. 

Konsultasi

Setelah program diet berhasil, banyak orang berhenti berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Hal ini bisa buat Anda kembali ke kehidupan yang lama. 
 
“Konsultasi ke dokter atau ahli gizi. Ini penting karena menurut Jurnal, orang yang lakukan diet dan tetap dikontrol sama dokter cenderung berat badannya terus rendah. Tapi kalau tak ada visiting cenderung naik. Penelitian ini dilakukan pada 2500 orang. Buatlah diri Anda tetap terkoneksi dengan ahli gizi atau dokter,” ungkapnya. 

Fokus pada perkembangan Anda 

Anda harus menyadari hasil baik dari program diet yang Anda terapkan. Jangan saat sudah mendapatkan tubuh yang ideal, Anda langsung tak ada motivasi lagi. Lihatlah apa yang terjadi pada tubuh Anda ketika gaya hidup sehat telah diterapkan. 
 
“Ngapain diet lagi nanti naik lagi. Lalu Anda menyerah. Jangan lihat timbangan saja. Lihat progresnya. Bandingkan sebelum program dan sekarang (kesehatan). Jangan balik lagi. Karena semua kesehatan bukan hanya dari berat badan harus holistik,” jelasnya. 
 
Dengan cara ini diet Anda akan sukses. Anda hanya perlu bersabar dan terus konsisten.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif