Kemenparekraf menetapkan enam bidang usaha parekraf yang diusulkan untuk mendapat prioritas dalam penerapan protokol kenormalan baru. (Ilustrasi/Pexels)
Kemenparekraf menetapkan enam bidang usaha parekraf yang diusulkan untuk mendapat prioritas dalam penerapan protokol kenormalan baru. (Ilustrasi/Pexels)

Kemenparekraf Tetapkan Usaha Prioritas Uji Coba Protokol Kenormalan Baru

Rona Virus Korona virus corona covid-19 Kenormalan Baru
Sunnaholomi Halakrispen • 03 Juni 2020 07:01
Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menetapkan enam bidang usaha parekraf yang diusulkan untuk mendapat prioritas dalam penerapan protokol kenormalan baru. Draf protokol tersebut pun telah disusun.
 
"Jika protokol telah ditetapkan maka dibutuhkan beberapa tahapan sebelum usaha dapat dibuka, seperti simulasi, sosialisasi, dan uji coba penerapan protokol," ujar Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf, R Kurleni Ukar, dalam keterangan resminya.
 
Protokol tersebut merupakan pedoman pelaksanaan standar kebersihan, kesehatan, dan keselamatan yang nantinya harus direrapkan pelaku usaha, pekerja, serta tamu atau pengunjung. Maka dari itu, Kemenparekraf telah menentukan enam bidang usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang akan diprioritaskan untuk dilakukan simulasi dan uji coba. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keenam bidang usaha parekraf tersebut di antaranya penyediaan akomodasi, jasa makanan dan minuman, daya tarik wisata, dan jasa perjalanan wisata. Juga termasuk usaha fasilitas seni dan produksi film, televisi, video, serta iklan. 
 
Usulan itu telah disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin pihak Kemenko Marves menindaklanjuti Rapat Terbatas Presiden pada 28 Mei 2020. Rapat tersebut membahas isu pariwisata terutama penerapan protokol keselamatan, keamanan, dan kesehatan di destinasi wisata. 
 
Namun, kata Kurleni Ukar, lantaran protokol ini masih bersifat draf umum, diharapkan untuk asosiasi dan kementerian terkait dapat memberikan masukan yang lebih spesifik sesuai dengan karakteristik masing-masng bidang usaha. Termasuk kesiapan serta kondisi dari daerah masing-masing. 
 
"Karena bidang/jenis usaha dan subsektor Parekraf itu sangat luas dan beririsan dengan Kementerian dan Lembaga lainnya, kami juga akan melakukan sinkronisasi dengan semua stakeholder terkait agar tidak terjadi tumpah tindih regulasi yang mengatur," tuturnya.
 
Selain akan dibuatnya regulasi sebagai payung hukum, Kemenparekraf nantinya akan mempersiapkan panduan praktis. Baik dalam bentuk buku panduan, motion grafis, infografis, maupun video tutorial yang bisa diakses di kanal resmi Kemenparekraf.
 
Ia memaparkan bahwa kesiapan daerah dan dukungan dari para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan faktor penentu dalam tatanan hidup baru ini. "Pelaksanaan tahapan-tahapan ini harus diawasi dengan ketat dan disiplin serta mempertimbangkan kesiapan dan peran Pemerintah Daerah dalam pengawasan dan evaluasi," paparnya. 
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas Tatanan Kenormalan Baru di Sektor Pariwisata yang Produktif dan Aman covid-19 mengatakan bahwa pandemi covid-19 akan membuka perubahan tentang tren pariwisata di dunia. Penekannya pada isu kesehatan, higienitas, serta safety dan security akan menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan yang ingin melancong. 
 
"Kita harus siapkan strategi khusus dalam promosi pariwisata kita di era tatanan hidup baru ini," pungkasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif