Rutin Olahraga Saat Remaja Mampu Turunkan Risiko Memendek Saat Tua

Sri Yanti Nainggolan 25 Mei 2018 12:00 WIB
kesehatan
Rutin Olahraga Saat Remaja Mampu Turunkan Risiko Memendek Saat Tua
Latihan berat, yaitu aktivitas apa pun yang cukup lama sehingga membuat berkeringat dan meningkatkan detak jantung, kemungkinan juga akan membantu meningkatkan massa tulang. (Foto: Element5 Digital/Unsplash.com)
Jakarta: Olahraga selalu memberi efek positif, baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Kebiasaan olahraga berat saat remaja bahkan dapat memberi dampak positif saat masa menopause, demikian menurut sebuah studi. 

Penurunan kadar estrogen selama perimenopause dan menopause dapat menyebabkan hilangnya massa tulang. Pembelahan tulang pascamenopause melampaui pembentukan tulang baru pada wanita. Akibatnya, risiko penyakit yang datang dan kematian semakin besar pada kelompok usia ini. 

"Melakukan olahraga berat secara teratur, setidaknya tiga kali seminggu saat remaja mereka adalah pelindung untuk kehilangan tinggi badan di kemudian hari dalam penelitian kami," kata Jean Wactawski-Wende, Profesor di University of Buffalo, New York City, Amerika Serikat.


Latihan berat, yaitu aktivitas apa pun yang cukup lama sehingga membuat berkeringat dan meningkatkan detak jantung, kemungkinan juga akan membantu meningkatkan massa tulang puncak pada wanita muda.

(Baca juga: Studi: Obesitas Tak Pengaruhi Tingkat Keparahan Flu)


(Olahraga selalu memberi efek positif, baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Kebiasaan olahraga berat saat remaja bahkan dapat memberi dampak positif saat masa menopause, demikian menurut sebuah studi. Foto: Bruce Mars/Unsplash.com)

"Olahraga juga meningkatkan kekuatan dan keseimbangan, yang keduanya mungkin membantu mencegah patah tulang belakang dan patah tulang lainnya di kemudian hari," tambahnya.

Faktor-faktor lain yang menyebabkan hilangnya tingi badan adalah usia yang menua, berat badan yang lebih dan penggunaan kortikosteroid. 

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Menopause tersebut meneliti 1.024 wanita dengan rata-rata usia 66, dan mengukur tinggi badan peserta pada awal penelitian dan lima tahun kemudian.

Lebih dari 1.000 wanita mengalami kehilangan tinggi badan sepersepuluh dari satu inci selama rata-rata lima tahun. Sementara, 70 wanita yang mengalami kehilangan tinggi lebih dari satu inci seiring dengan pertambahan usia dan berat badan, serta asupan kortikosteroid yang lebih tinggi.

"Faktor-faktor yang diidentifikasi dalam penelitian ini mudah diperoleh dan dapat digunakan oleh dokter untuk mengidentifikasi wanita paling berisiko kehilangan tinggi badan," kata Wactawski-Wende.






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id