Jalan Kaki atau Bersepeda ke Kantor Turunkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Sri Yanti Nainggolan 23 Mei 2018 15:41 WIB
kesehatan
Jalan Kaki atau Bersepeda ke Kantor Turunkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Heart tersebut menemukan bahwa mereka yang jalan kaki, bersepeda atau menggunakan transportasi umum mengalami penurunan risiko kardiovaskular dan stroke. (Foto: Max Bender/Unsplash.com)
Jakarta: Aktivitas fisik yang rutin membuat tubuh semakin sehat. Bahkan, sebuah studi menyebutkan bahwa berjalan atau bersepeda ke kantor dapat menurunkan risiko gangguan jantung atau stroke hingga 30 persen. 

Para peneliti dari University of Cambridge, London School of Hygiene and Tropical Medicine, dan Imperial College London melakukan investigasi dengan mengumpulkan kebiasaan menuju kantor dari 358.990 orang dalam Biobank Inggris. 

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Heart tersebut menemukan bahwa mereka yang jalan kaki, bersepeda atau menggunakan transportasi umum mengalami penurunan risiko terkena masalah kardiovaskular dan stroke. 


Para partisipan ditanyai seputar kebiasaan menuju tempat kantor dan perilaku kesehatan seperti merokok, sebelum ditindaklanjuti selama sekitar tujuh tahun. 

(Baca juga: Bersepeda ke Kantor Setara dengan Olahraga di Gym)


(Sebuah studi menyebutkan bahwa berjalan atau bersepeda ke kantor dapat menurunkan risiko gangguan jantung atau stroke hingga 30 persen. Foto: Viktor Kern/Unsplash.com)

Sekitar dua pertiga partisipan mengaku menggunakan kendaraan mobil pribadi lebih dari tiga kali dalam seminggu. Sementara, hanya 8,5 persen yang bersepeda menuju kantor. 

Hasil data tersebut menyebutkan bahwa mereka yang menggunakan cara lebih aktif memiliki risiko terkena penyakit yang berhubungan dengan penyakit jantung atau stroke 11 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang naik kendaraan pribadi. Selain itu, risiko terkena penyakit kardiovaskular fatal juga menurun sebanyak 43 persen. 

"Semakin aktif pola bepergian, maka risiko insiden dan penyabar kematian pada orang dewasa makin menurun," demikian menurut para peneliti. 

Oleh karena itu, para peneliti berharap agar dokter menyarankan pola hidup yang lebih aktif untuk menurunkan risiko penyakit berbahaya tersebut. 






(TIN)