Masker N95 disarankan oleh Kemenkes untuk menghindari covid19. (Foto: Pexels.com)
Masker N95 disarankan oleh Kemenkes untuk menghindari covid19. (Foto: Pexels.com)

3 Jenis Masker yang Disarankan oleh Kemenkes

Rona kesehatan kemenkes covid-19
Yatin Suleha • 22 September 2020 15:21
Jakarta: Salah satu langkah mencegah covid-19 adalah dengan memakai masker. Namun tidak sembarangan masker yang bisa dipakai. Hal ini karena harus diperhatikan tingkat kerapatan pori-pori dan waktu pemakaian masker.
 
Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Achmad Yurianto mengimbau masyarakat untuk memakai masker yang baik dan bahan yang benar. 
 
Ia menjelaskan ada tiga jenis masker yang direkomendasikan, yakni masker N95, masker bedah, dan masker kain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saya sering mengatakan masker itu ada tiga, pertama masker N95, ini memang sudah standar yang tinggi karena dipakai petugas-petugas kesehatan yang langsung berhadapan dengan virus di laboratorium. Kemudian masker bedah yang biasa dipakai tenaga medis, dan ketiga masker kain,” katanya.
 
Masker kain yang banyak dipakai masyarakat tidak boleh sembarangan dengan kain tipis seperti masker scuba dan buff. Dr. Yuri mengatakan penggunaan masker kain setidaknya dua lapis.
 
Lapisan kain bagian dalam masker dapat menyerap cairan dari mulut kita. Gunakan masker kain selama maksimal tiga jam setelah itu ganti dengan masker yang bersih.
 
“Tidak ada masker buff atau masker scuba, karena begitu masker tersebut ditarik pori-porinya akan terbuka lebar. Masker tersebut tidak memenuhi syarat,” paparnya.
 
Seperti yang kita tahu, covid-19 menyebar secara cepat melalui percikan droplet baik saat bersin maupun batuk. Memakai masker adalah salah satu cara efektif untuk menahan droplet tersebut menyebar.
 
Tingkat risiko penularan covid-19 akan semakin menurun apabila seseorang memakai masker. Ia pun membaginya kedalam empat tingkatan:
 
1. Pertama, apabila seseorang yang membawa virus tidak menggunakan masker dan melakukan kontak dekat dengan orang rentan maka kemungkinan penularan mencapai 100 persen.
 
2. Orang yang sakit pakai masker, sementara kelompok rentan tidak memakai masker, maka potensi penularan mencapai 70 persen.
 
3. Orang sakit pakai masker, sementara orang sehat tidak pakai masker maka tingkat penularannya hanya lima persen.
 
4. Jika keduanya pakai masker, maka potensi penularan hanya 1,5 persen.
 
(TIN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif