Vinod Kumar Bura, Medical Officer, WHO Indonesia. (Foto: Krispen/Medcom.id)
Vinod Kumar Bura, Medical Officer, WHO Indonesia. (Foto: Krispen/Medcom.id)

WHO: Indonesia Harus Tetap Waspada dengan Virus Korona

Rona Virus Korona Coronavirus virus corona
Sunnaholomi Halakrispen • 12 Februari 2020 06:22
Jakarta: Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau virus korona ditemukan terpapar di 24 negara. Jumlah masyarakat yang positif terinfeksi virus ini pun kian bertambah, namun tidak ditemukan di Indonesia. Meski demikian, WHO (world health organization) mengimbau agar Indonesia mempersiapkan diri.
 
Indonesia perlu melakukan tindakan persiapan serta membangun kesadaran masyarakat. Imbauan tersebut untuk mengantisipasi hal yang tidak diharapkan. Sebab, Indonesia merupakan negara yang besar dengan banyaknya jumlah penduduk.
 
"Indonesia harus bersiap. Saya pikir Indonesia juga sudah mempersiapkan, bahwa semua pihak harus punya kesadaran, masyarakat juga harus sadar, dan semua fasilitan juga berfungsi," ujar Dr. Vinod Kumar Bura, Medical Officer, WHO Indonesia, di Kantor Badan Litbangkes, Kemenkes, Jakarta Pusat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, kata Vinod, mawas diri perlu dilakukan, karena proses pendeteksian novel coronavirus (2019-nCoV) masih berlangsung. Berbagai penelitian dan upaya penanganan di setiap negara terwabah penyakit baru ini pun masih terus dilakukan.
 
"Bagaimana perkembangan penyakit ini, karena penyakit ini tidak diketahui sebelumnya. Jadi kita terus memonitor dan memantau dan memastikan persiapan sudah dengan level tertinggi," paparnya.
 
Hingga saat ini, pemerintah Indonesia memang tidak mengumumkan adanya warga negara di Indonesia yang terinfeksi penyakit yang baru terkuak sebulan terakhir ini. Jelasnya, di Indonesia sendiri masih negatif novel coronavirus.
 
Meski demikian, Indonesia telah melakukan persiapan dengan adanya tiga rumah sakit rujukan untuk pasien dengan gejala novel coronavirus. Di antaranya, Rumah Sakit Umum Persahabatan, Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.
 
"Di lapis kedua ada Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, RS Fatmawati, RS Siloam, itu sudah kita siapin. Tapi kita tidak perlu teriak-teriak," tutur Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono.
 
Ia menjelaskan, detail tentang persiapan apa saja yang telah dilakukan oleh rumah sakit rujukan tersebut tidak perlu dihebohkan. Sebab, dikhawatirkan akan muncul berbagai perspektif yang berbeda-beda dari masyarakat.
 
"Kalau bicara seandainya, tentunya kita tidak berharap. Tapi kalau enggak ada, persiapan yang kita lakukan saat ini bersama teman-teman daerah dalam bentuk menyiapkan 100 rumah sakit, itu sudah memperhitungkan terminologi dan etimologi," pungkasnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif