Jika dehidrasi tidak diperiksa, dapat menyebabkan komplikasi atau ragam penyakit yang serius. (Ilustrasi/Pexels)
Jika dehidrasi tidak diperiksa, dapat menyebabkan komplikasi atau ragam penyakit yang serius. (Ilustrasi/Pexels)

Komplikasi, Risiko Buruk Dehidrasi

Rona dehidrasi
Sunnaholomi Halakrispen • 15 Agustus 2020 18:02
Jakarta: Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kekurangan cairan, dan tidak mudah terdeteksi. Namun, jika dehidrasi tidak diperiksa, dapat menyebabkan komplikasi atau ragam penyakit yang serius.
 
Dikutip dari Medical News Today, setidaknya ada empat risiko komplikasi yang bisa terjadi akibat dehidrasi.

1. Volume darah rendah

Lebih sedikit darah menghasilkan penurunan tekanan darah dan penurunan jumlah oksigen yang mencapai jaringan. Kondisi ini bisa mengancam nyawa.

2. Kejang

Kejang terjadi karena ketidakseimbangan elektrolit.

3. Masalah ginjal

Kondisi ini termasuk batu ginjal, infeksi saluran kemih, dan akhirnya gagal ginjal.

4. Cedera akibat panas

Cedera mulai dari kram ringan, hingga kelelahan akibat panas, atau bahkan serangan panas.
Sementara itu, seorang dokter akan menggunakan pemeriksaan fisik dan mental untuk mendiagnosis dehidrasi.
 
Pasien dengan gejala seperti disorientasi, tekanan darah rendah, detak jantung cepat, demam, kurang keringat, dan kulit tidak elastis, biasanya akan dianggap dehidrasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tes darah sering digunakan untuk menguji fungsi ginjal serta untuk memeriksa kadar natrium, kalium, dan elektrolit lainnya. Elektrolit sendiri adalah bahan kimia yang mengatur hidrasi dalam tubuh dan sangat penting untuk fungsi saraf dan otot.
 
Analisis urin akan memberikan informasi yang sangat berguna untuk membantu mendiagnosis dehidrasi. Pada orang yang mengalami dehidrasi, urine akan berwarna lebih gelap dan lebih pekat, mengandung senyawa dalam kadar tertentu yang disebut keton.
 
Sedangkan untuk mendiagnosis dehidrasi pada bayi, dokter biasanya memeriksa titik lunak yang cekung di tengkorak. Dokter mungkin juga mencari hilangnya keringat dan karakteristik tonus otot tertentu.
 
Sebelum kondisi memburuk, dehidrasi harus diatasi dengan mengisi kembali level cairan dalam tubuh. Hal ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi cairan bening, seperti air putih, kaldu bening, atau minuman olahraga. 
 
Beberapa pasien dehidrasi, akan membutuhkan cairan infus untuk rehidrasi. Perlu diingat juga bahwa orang yang mengalami dehidrasi sebaiknya menghindari minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, dan soda.
 
Kondisi mendasar yang menyebabkan dehidrasi juga harus ditangani dengan obat yang sesuai. Ini mungkin termasuk obat-obatan yang tersedia untuk dibeli bebas atau online, seperti obat anti diare, antiemetik (berhenti muntah), dan obat anti demam.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif