Kota Palangka Raya menjadi salah satu daerah yang terselimuti kabut asap karena kebakaran hutan dan lahan (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A))
Kota Palangka Raya menjadi salah satu daerah yang terselimuti kabut asap karena kebakaran hutan dan lahan (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A))

Selama Lima Pekan, Ribuan Warga Palangka Raya Terserang ISPA

Rona kabut asap
A. Firdaus • 23 September 2019 15:04
Palangka Raya: Dampak buruk dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali merugikan warga. Kali ini sekitar 3.972 warga kota Palangkaraya mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
 
Data itu dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya di Provinsi Kalimantan Tengah. Mereka menyebut, data itu dihimpun mulai dari pertengahan Agustus sampai pertengahan September 2019, atau lebih tepatnya terjadi saat kabut asap Karhutla melanda wilayah tersebut.
 
"Data itu dihumpun selama lima pekan terhitung sejak pekan ke-37 atau pertengahan September 2019," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya, Andjar Hari Purnomo seperti dilansir Antara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih rinci, Dinkes mencatat ada 777 penderita ISPA pada pekan ke-33 (11-17 Agustus), 718 penderita selama 18-24 Agustus, dan 656 penderita selama 25-31 Agustus.
 
Jumlah ISPA di Palangkaraya meningkat menjadi 826 pada pekan ke-36 (1-7 September), dan kemudian bertambah lagi mencapai 992 orang pada pekan berikutnya.
 
Masih menurut Dinkes, mayoritas penderita ISPA adalah balita dan anak-anak yang ketahanan tubuhnya masih lemah.
 
Demi meminimalisir dampak paparan asap kebakaran hutan dan lahan, pemerintah kota telah menyediakan ruang-ruang oksigen serta menyiapkan ambulans dan mobil oksigen guna melayani warga. Selain itu, juga ada perawatan gratis bagi yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap kebakaran hutan dan lahan.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif