Di awal kehamilan calon ibu mengalami beberapa gejala kehamilan yang menimbulkan ketidaknyamanan--Ilustrasi--Pexels
Di awal kehamilan calon ibu mengalami beberapa gejala kehamilan yang menimbulkan ketidaknyamanan--Ilustrasi--Pexels

4 Tanda Kehamilan yang Mengganggu, tapi Bermanfaat

Rona kehamilan
Anda Nurlaila • 08 November 2019 13:45
Jakarta: Di awal kehamilan calon ibu mengalami beberapa gejala kehamilan yang menimbulkan ketidaknyamanan. Mual dan muntah, payudara sakit dan membesar hingga sakit punggung dan sembelit.  
 
Tapi di balik gangguan ini, gejala-gejala kehamilan yang dirasakan selama bulan-bulan awal sangat bermanfaat.
 
"Calon ibu yang merasakannya berarti mengalami kehamilan yang sehat dan bayi dalam rahim sedang tumbuh," ungkap dokter kandungan dan penulis The Mommy Docs' Ultimate Guide to Pregnancy and Birth Yvonne Bohn.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti dilansir dari Parents, terdapat empat gejala kehamilan menjengkelkan namun bermanfaat bagi Anda dan bayi.
 
Payudara membengkak dan sakit
 
Biasanya terjadi di awal trisemester pertama. Hal tersebut akibat peningkatan kadar estrogen dan progesteron, yang keduanya diperlukan untuk kehamilan. Perubahan hormon ini mungkin membuat Anda merasa payudara membengkak dan terasa nyeri. Tapi hal itu juga merupakan indikasi bahwa buah cinta kecil Anda berkembang pesat, kata Bohn.
 
Bercak merah muda atau coklat muda
 
Keluarnya bercak merah muda atau coklat terjadi pada usia kehamilan  sekitar 4-6 minggu. Jejak darah di pakaian dalam kerap membuat calon ibu cemas.  Tetapi jika itu terjadi pada awal kehamilan, biasanya 10-14 hari setelah pembuahan merupakan pertanda perdarahan implantasi.
 
Indikator awal kehamilan terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada lapisan rahim. Ini dapat menyebabkan keluarnya cairan berwarna merah muda terang atau coklat. Tidak semua wanita mengalaminya, namun sebagian wanita yang mengalaminya sering kali menganggap hal tersebut sebagai darah menstruasi.
 
Mual dan Muntah di Pagi Hari
 
Biasanya terjadi pada trisemester pertama. Meskipun melawan gelombang mual selama berminggu-minggu melelahkan, mual di pagi hari dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari kehamilan yang sehat. Tidak ada yang tahu alasan pasti alasan di balik mual saat hamil, tetapi para ahli percaya bahwa peningkatan hormon chorionic gonadotropin (hCG) adalah penyebabnya. Hormon ini diperlukan agar kehamilan dapat berkembang.
 
Bahkan, mual bisa bermanfaat bagi ibu dan bayi. Penelitian baru menunjukkan bahwa calon ibu yang mual di pagi hari cenderung lebih rendah mengalami keguguran atau melahirkan prematur. Tambahan lainnya, bayi memiliki cacat lahir lebih sedikit dan bahkan dapat melakukan tes IQ lebih baik.
 
Mual dan muntah juga diduga membantu mencegah wanita hamil makan makanan yang dapat membahayakan bayi pada trisemester pertama, ketika perkembangan organ terjadi. "Idenya adalah bahwa daging dan banyak sayuran mungkin memiliki racun atau parasit yang dapat melukai janin. Memaksa seorang ibu untuk makan makanan hambar mencegah potensi paparan racun," jelas Dr. Bohn.
 
Namun studi yang sama juga menekankan banyak wanita yang tidak mengalami morning sickness dan melahirkan bayi sehat.
 
Peningkatan Cairan Vagina
 
Peningkatan cairan vagina terjadi sepanjang kehamilan. Banyak wanita hamil yang mengakui daerah kewanitaan mereka menjadi lebih lembab dan keluar lebih banyak cairan encer, bening dan tidak berbau selama kehamilan.
 
Penyebabnya: peningkatan hormon estrogen. Selain menjadi pertanda bahwa kehamilan Anda berada di jalur yang benar, pelepasan cairan ekstra itu dianggap membantu membersihkan vagina dan bahkan mencegah infeksi memasuki rahim.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif