Hindari makan makanan berat selama beberapa jam pertama. (Foto: Craig Aderley/Pexels)
Hindari makan makanan berat selama beberapa jam pertama. (Foto: Craig Aderley/Pexels)

Pertolongan Pertama saat Anak Keracunan Makanan

Rona keracunan makanan
Sunnaholomi Halakrispen • 16 Agustus 2019 14:44
Apabila anak mengalami keracunan makanan, penanganan darurat sangat berbeda dengan orang dewasa. Untuk itu hal pertama yang dilakukan adalah memberikan minuman oralit.
 
Jakarta: Keracunan makanan membuat tubuh terasa sakit dan menjadi lemas. Pada orang dewasa mungkin bisa ditangani lebih mudah dibandingkan dengan keracunan makanan yang dialami anak-anak.
 
"Penanganan darurat anak yang keracunan makanan dengan orang dewasa agak sedikit berbeda," ujar dr. Yun Istatik selaku Dokter Umum Rumah Sakit Pondok Indah – Pondok Indah kepada Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kebanyakan kasus, kondisi anak akan membaik sendirinya. Ini tanpa perawatan dalam beberapa hari setelah mengonsumsi makanan pemicu keracunan.
 
Namun, bisa juga gejala muntah dan buang air besar anak tidak segera mereda. Maka demikian, jangan dibiarkan. Segera lakukan pertolongan pertama pada anak tersebut.
 
"Untuk bayi, berikan sedikit apa pun yang biasa dikonsumsi bayi Anda. Misalnya, berikan ASI lebih sering dan lebih lama dari biasanya," imbuh dia.
 
Pertolongan Pertama saat Anak Keracunan Makanan
dr. Yun Istatik selaku Dokter Umum Rumah Sakit Pondok Indah – Pondok Indah. (Foto: Dok RSPI)
 
Anak juga bisa diberikan minuman elektrolit dari oralit. Namun perlu diingat bahwa cara ini khusus untuk anak yang sudah berusia 5 tahun ke atas.
 
Untuk anak yang usianya sudah lebih besar, pertolongan pertama untuk keracunan makanan ialah dengan cara memberikan mereka cairan lebih banyak. Anda bisa berikan air mineral, jus tanpa gula, atau es batu yang diisap.
 
"Hindari makan makanan berat selama beberapa jam pertama. Hal ini dilakukan sampai kondisi muntah atau diare anak membaik. Berikan makan ketika anak sudah mulai tenang," paparnya.
 
Sejumlah makanan, kata dr. Yun, juga bisa diberikan kepada anak yang keracunan. Yakni, berupa roti panggang, buah pisang, dan nasi pakai kuah sayur bening.
 
Kemudian, usahakan anak untuk beristirahat. Sebaiknya, jangan membiarkan anak masuk sekolah atau bermain. Bahkan, jangan beri anak Anda obat apa pun untuk menghentikan diare.
 
"Diare adalah bagian dari cara tubuh mengeluarkan bakteri penyebab keracunan makanan. Obat anti-diare dapat membuat gejala mencret jadi lebih lama dan efek sampingnya untuk anak-anak bisa serius," pungkasnya.
 

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif