Ilustrasi--Minum alkohol berlebihan atau sering di sebut binge drinking pada pesta minuman keras dapat menyebabkan overdosis alkohol--Pexels
Ilustrasi--Minum alkohol berlebihan atau sering di sebut binge drinking pada pesta minuman keras dapat menyebabkan overdosis alkohol--Pexels

Kenali Gejala Overdosis Alkohol yang Mematikan

Rona minuman beralkohol
Anda Nurlaila • 04 Juli 2019 15:04
Kebiasaan mengonsumsi alkohol ternyata berdampak buruk. Sebab, jika jumlah alkohol yang masuk dalam sistem tubuh cukup tinggi dapat membahayakan berbagai organ penunjang kehidupan. Seperti pernapasan melambat dan gangguan pada jantung.
 

Jakarta: Minum alkohol berlebihan atau sering di sebut binge drinking pada pesta minuman keras dapat menyebabkan overdosis alkohol. Binge drinking  bisa berakibat fatal bahkan dapat menyebabkan kematian.
 
Dilansir dari americanaddictioncenters, jika jumlah alkohol yang masuk dalam sistem tubuh cukup tinggi dapat membahayakan berbagai organ penunjang kehidupan. Seperti pernapasan melambat dan gangguan pada jantung.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat kadar keracunan atau BAC meningkat, orang mungkin merasakan efek negatif keracunan dan risiko overdosis meningkat. Beberapa tahapan keracunan alkohol antara lain:
 
0,6 - 0,15 persen BAC: kemampuan berbicara, memori, perhatian, koordinasi, keseimbangan sedang. Kemampuan mengemudi terganggu secara signifikan
 
0,16 - 0,30 persen BAC: gangguan signifikan dalam bicara, memori, perhatian, keseimbangan, waktu reaksi, dan koordinasi. Saat ini kemampuan mengemudi yang sangat tergangg, termasuk penilaian dan pengambilan keputusan, muntah, dan hilang kesadaran
 
0,31 - 0,45 persen BAC: risiko overdosis yang mengancam jiwa dan risiko kematian akibat perlambatan pernapasan, denyut jantung, dan suhu tubuh menurun.
Kenali Gejala Overdosis Alkohol yang Mematikan
Ilustrasi--Pexels
 
Minum air atau tidur tidak dapat mempercepat pengeluaran alkohol dari tubuh. Minum kopi atau mandi juga tidak membuat Anda lebih cepat pulih dari keracunan alkohol. Walau pun dapat meningkatkan kewaspadaan, kopi atau mandi tidak menghilangkan alkohol dalam darah. Selama tingkat konsumsi alkohol lebih rendah daripada kemampuan hati untuk memecah alkohol, nilai BAC akan terus meningkat.
 
Gejala-gejala overdosis alkohol meliputi:
 
Kebingungan mental mendalam.
Stupor
Hilang kesadaran
Muntah
Kulit lembab
Warna kulit pucat atau kebiruan
Suhu tubuh rendah
Detak jantung lambat
Napas lambat atau tidak teratur
Risiko overdosis mengonsumsi 4 minuman dalam 2 jam untuk wanita atau 5 minuman dalam 2 jam untuk pria.
 
Pada pesta minuman keras yang ekstrem, alkohol yang masuk ke tubuh dalam waktu singkat dapat melebihi kemampuan hati membersihkan alkohol. Akibatnya kadar keracunan alkohol (BAC) meningkat sangat cepat.
 
Risiko overdosis semakin besar jika mencampurkan alkohol dengan obat-obatan opioid atau obat penenang-hipnotis, seperti obat penghilang rasa sakit, obat tidur, atau obat anti-kecemasan.
 
Obat-obatan ini menekan pernafasan dan jika  dikombinasikan dengan alkohol meningkatkan efek obat dan dapat menyebabkan overdosis. Bahkan jika mengonsumsi alkohol tingkat sedang.
 
Risiko penyalahgunaan alkohol
 
Menurut Survei Nasional Penggunaan Narkoba dan Kesehatan AS, sekitar 14,5 juta orang berusia 12 atau lebih memiliki gangguan penggunaan alkohol di AS pada 2017 atau sekitar 5 ,3 persen dari kelompok usia tersebut.
 
Kematian akibat alkohol merupakan penyebab ketiga kematian yang dapat dicegah. Sekitar  88 ribu orang meninggal setiap tahun akibat gagal hati, overdosis, mengemudi dalam keadaan mabuk, dan kecelakaan lainnya.
 
Mengetahui bagaimana metabolisme tubuh dalam memecah alkohol membantu mencegah keracunan alkohol. Pengetahuan mengenai  bahaya alkohol dapat memotivasi mereka dengan kebiasaan ini untuk menurunkan ketergantungan atau kecanduan alkohol.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif