Belum diketahui penyebab pasti bayi cegukan. Namun, beberapa teori mengatakan sistem saraf dan pencernaan bayi baru lahir belum matang. (Foto: Gustavo Cultivo/Unsplash.com)
Belum diketahui penyebab pasti bayi cegukan. Namun, beberapa teori mengatakan sistem saraf dan pencernaan bayi baru lahir belum matang. (Foto: Gustavo Cultivo/Unsplash.com)

Trik Mengatasi Cegukan pada Bayi

Rona perkembangan anak
Torie Natalova • 20 Maret 2019 06:00
Cegukan dikenal sebagai syngultus, yakni gejala yang dihasilkan ketika diafragma berulang, tanpa sadar dan kasar berkontraksi. Belum diketahui penyebab pasti bayi cegukan. Namun, beberapa teori mengatakan sistem saraf dan pencernaan bayi baru lahir belum matang yang menyebabkan cegukan. 
 

 
Jakarta:
Cegukan tidak hanya terjadi pada orang dewasa tapi juga bayi. Cegukan bisa jadi mengkhawatirkan orang tua bayi terutama jika itu terjadi berulang kali. Namun, cegukan bukanlah hal serius dan mengganggu si kecil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kebanyakan bayi baru lahir pada akhirnya akan mengalaminya. Cegukan dapat terjadi secara tiba-tiba, dan gejalanya biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu singkat.
 
Cegukan dikenal sebagai syngultus, yakni gejala yang dihasilkan ketika diafragma berulang, tanpa sadar dan kasar berkontraksi. 
 
Diafragma memisahkan paru-paru dari perut dan memainkan peran utama dalam pernapasan. Saat cegukan, tubuh tidak menghirup udara melainkan menghembuskannya. Selain itu, pita suara juga tertutup sehingga muncul suara khas saat cegukan.
 
Biasanya cegukan hilang dengan cepat dan tidak berbahaya. Bayi juga bisa kembali bernapas dengan normal setelah cegukan reda.
 
Belum diketahui penyebab pasti bayi cegukan. Namun, beberapa teori mengatakan sistem saraf dan pencernaan bayi baru lahir belum matang yang menyebabkan cegukan. 
 
(Baca juga: Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda Ketika Cegukan)
 
Trik Mengatasi Cegukan pada Bayi
(Kebanyakan bayi baru lahir pada akhirnya akan mengalami cegukan. Cegukan dapat terjadi secara tiba-tiba, dan gejalanya biasanya akan menghilang dengan sendirinya. Foto: Carlos Martinez/Unsplash.com)
 
Sistem saraf adalah yang mengendalikan semua otot tubuh. Dalam hal ini, bayi prematur yang memiliki organ tubuh belum matang sempurna, akan mengalami cegukan lebih sering dari bayi normal. Umumnya, ini terjadi sebelum mereka berusia enam bulan.
 
Gangguan pencernaan sering merangsang diafragma. Adapun alasan lain yang menyebabkan cegukan seperti bayi kesulitan menyusui langsung sehingga membuat udara masuk, menggunakan dot yang tidak sesuai bentuk mulut bayi, puting dot dengan lubang yang terlalu besar atau sangat kecil. 
 
Selain itu kecemasan atau stres emosional, refluks gastroesofagus, perubahan suhu lambung dan tubuh, membaringkan bayi sebelum bersendawa setelah menyusu.
 
Cegukan biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit pada bayi. Namun, banyak orang tua yang tak nyaman dengan kondisi tersebut. Anda bisa melakukan teknik berikut untuk mempercepat hilangnya cegukan.
 
Ibu sebaiknya menyusui bayi mereka ketika dalam keadaan tenang dan sebelum ia kelaparan. Dengan begitu, bayi Anda akan makan lebih lambat dan tidak akan menelan banyak udara. 
 
Jika bayi cegukan saat makan, langkah pertama adalah mengubah posisi dan mencoba membuatnya bersendawa. Tunggu cegukan hilang sebelum kembali menyusui.
 
Saat bayi minum terlalu cepat, cara terbaik adalah berhenti dan memulai lagi setelah beberapa menit. Ini untuk menjaga bayi dari menelan udara saat makan. 
 
Setelah selesai minum, pegang bagi dalam posisi vertikal untuk membantu menghilangkan udara berlebih. Lakukan ini jika si kecil cegukan.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif