Jangan Sepelekan Masalah Tidur saat Hamil
Jangan Sepelekan Masalah Tidur saat Hamil (Foto: gettyimages)
Jakarta: Wanita depresi lebih mungkin daripada wanita yang tidak depresi untuk mengalami gangguan tidur dan gangguan sistem kekebalan tubuh. Selain itu hasil kehamilan yang buruk juga dapat terjadi, demikian hasil penelitian mengungkapkan.

"Hasil kami menyoroti pentingnya mengidentifikasi masalah tidur pada awal kehamilan, terutama pada wanita yang mengalami depresi, karena tidur adalah perilaku yang dapat dimodifikasi," kata Michele Okun, Ph.D., asisten profesor psikiatri di Pitt School of Medicine dan penulis utama laporan penelitian.

"Lebih awal masalah tidur diidentifikasi, semakin cepat dokter dapat bekerja dengan wanita hamil untuk menerapkan solusi," lanjut Dr. Okun.


Tidur yang cukup dan berkualitas tinggi, baik pada wanita hamil maupun yang tidak hamil serta pria. Hal itu sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat. Kehamilan sering dikaitkan dengan perubahan dalam pola tidur, termasuk tidur yang diperpendek, gejala insomnia dan kualitas tidur yang buruk. Gangguan ini dapat memperburuk respons inflamasi tubuh dan menyebabkan kelebihan produksi sitokin, yang bertindak sebagai molekul sinyal yang berkomunikasi di antara sel-sel kekebalan.

"Ada hubungan dinamis antara tidur dan kekebalan, dan penelitian ini adalah yang pertama untuk memeriksa hubungan ini selama kehamilan dibandingkan dengan postpartum," tambah Dr Okun.

Sementara sitokin penting untuk berbagai proses terkait kehamilan. Sitokin berlebih dapat menyerang dan menghancurkan sel-sel sehat dan menyebabkan kerusakan jaringan pada wanita hamil, sehingga menghambat kemampuan untuk menangkal penyakit. Bagi ibu hamil, kelebihan Sitokin juga dapat mengganggu arteri spinal yang mengarah ke plasenta, menyebabkan penyakit vaskular, menyebabkan depresi dan menyebabkan kelahiran prematur.






 



(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id