Pelukan Dapat Meredakan Mood Negatif karena Konflik
Pelukan Dapat Meredakan Mood Negatif karena Konflik (Foto: ist)
Jakarta: Apakah Anda sering pusing memikirkan konflik personal hingga membuat suasana hati memburuk? Jika ya, cobalah minta dipeluk.

Sebuah studi menemukan bahwa pelukan dapat membantu melindungi suasana hati dari dampak negatif dalam konflik interpersonal.

Tak hanya membuat perasaan lebih baik, pelukan juga dapat mencegah seseorang mudah sakit.


Studi tahun 2015 yang dilakukan oleh Carnegie Mellon University di Australia tersebut menunjukkan bahwa sentuhan tangan dapat meredakan sakit yang disebabkan oleh stres.

Para peneliti menyimpulkan bahwa semakin sering orang dipeluk, semakin kecil kemungkinan jatuh sakit meskipun sering mengalami suasana menegangkan.

Studi yang dipublikasi dalam jurnal PLOS ONE tersebut mewawancara 404 orang dewasa selama dua minggu berturut-turut. Hasilnya, mereka yang menerima pelukan selama hari-hari konflik lebih cenderung melaporkan penurunan emosi negatif dan peningkatan emosi positif.

Tidak hanya itu, para peserta melaporkan bahwa mereka tidak merasa negatif pada hari berikutnya setelah konflik. Dengan demikian, terlihat bahwa manfaat psikologis dari pelukan dapat bertahan untuk waktu yang cukup lama.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa merangkul teman dan keluarga, bahkan orang asing, adalah cara yang sederhana namun efisien untuk mengatasi konflik antarpribadi.

"Penelitian ini masih dalam tahap awal. Kami masih memiliki pertanyaan tentang kapan, bagaimana, dan untuk siapa pelukan sangat membantu," ujar pemimpin studi Michael Murphy.

Namun, penelitian tersebut membuktikan bahwa pelukan konsensual kemungkinan berguna untuk menunjukkan dukungan kepada seseorang yang mengalami konflik hubungan.

 



(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id