Hindari memberikan si kecil obat antibiotik tanpa berkonsultasi dengan dokter. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Hindari memberikan si kecil obat antibiotik tanpa berkonsultasi dengan dokter. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Kenapa Antibiotik Perlu Dihabiskan?

Rona kesehatan
Yatin Suleha • 20 Juni 2019 16:14
Ternyata memberikan antibiotik pada anak tidaklah semudah berdasarkan atas pengalaman saja. Karena pemberian antibiotik yang tidak bijak, seperti dari saran tetangga, sahabat, atau pengalaman yang lalu itu justru bisa jadi pedang bermata dua. Yaitu bisa jadi si kecil malah kebal terhadap antibiotik (resisten) karena diberikan terus-menerus namun tidak tepat takarannya, atau tidak sembuh-sembuh. Dan jika berlebihan dosisnya, justru si kecil bisa muntah-muntah.
 

Jakarta: Antibiotik sebenarnya adalah obat yang ditujukan untuk membunuh kuman atau bakteri. Jadi antibiotik itu bukan untuk memberantas atau membunuh virus.
 
Dr. Elizabeth Hutapea, SpA, dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta mengatakan kalau penyakitnya diakibatkan karena virus, dia tidak perlu pakai antibiotik. Karena sifatnya bisa sembuh sendiri atau self-limited dengan kekebalan tubuh kita.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau virus masuk ke dalam tubuh, jika sudah selesai masanya maka akan sembuh dengan sendiri. Jadi, perlu indikasi dahulu dari dokter, atau laboratorium apakah anak tersebut harus memakai antibiotik ataukah tidak,” jelas dr. Elizabeth.
 
Kenapa Antibiotik Perlu Dihabiskan?
(Konsultasikan terlebih dahulu antibiotik manakah yang lebih tepat untuk mengobati penyakit. Bukan asal beli atau atas saran tetangga atau teman. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Pentingnya Antibiotik

Data dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika, melalui jurnal featurenya yang berjudul “Antibiotics Aren’t Always the Answer,” menyebutkan diperkirakan jumlah minimum penyakit dan kematian akibat resisten terhadap antibiotik terjadi pada (paling tidak) 2.049.442 penyakit, dan 23.000 kematian setiap tahun.
 
Dokter Elizabeth menerangkan bahwa, pentingnya pemakaian antibiotik yang tepat pada sakit tertentu sangatlah penting dilakukan untuk membunuh kuman (bakteri), jika penyakit tersebut memang disebabkan oleh bakteri.
 
Karena jika tidak diberikan, misalnya pada sakit radang tenggorokan (strep throat), bisa menimbulkan efek infeksi ke jantung.
 
“Bakteri ini bisa saja dibunuh oleh kekebalan tubuh kita sendiri, tapi umumnya ada yang tidak bisa. Jadi memerlukan antibiotik,” tambah dr. Elizabeth.

Alasan antibiotik perlu sampai habis

Terkadang Anda merasa si kecil sudah lebih baik, hanya dengan diberikan setengah botol obat antibiotiknya dan memberhentikan total asupannya.
 
Hal ini yang bisa membuat kuman atau bakteri resisten atau kebal, karena diibaratkan kuman atau bakteri itu sebuah makhluk mikro biologis yang “cukup cerdas.” Ketika sekali ia diberikan antibiotik, maka ia sedikit tidak berdaya dan tubuh kita sudah merasa lebih baik atau lebih sehat.
 
"Ketika asupan antibiotik dihentikan, maka kondisi kuman atau bakteri sudah bisa mengenali antibiotik dari merek “A” misalnya, yang kemarin sempat membuatnya sedikit tidak berdaya. Sekali lagi Anda mengonsumsinya, maka kuman tadi sudah kenal dan tahan terhadap antibiotik yang sama," papar dr. Elizabeth.
 
Untuk itulah gunanya mengonsultasikan terlebih dahulu, antibiotik manakah yang lebih tepat untuk mengobati penyakit. Dan menghabiskan antibiotik artinya membunuh kuman atau bakteri “bandel penyebab sakit” hingga mati.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif