Prof. Dr. dr. Soehartati A Gondhowiardjo, SpRad(K), OnkRad, di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat. (Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
Prof. Dr. dr. Soehartati A Gondhowiardjo, SpRad(K), OnkRad, di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat. (Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)

Perlukah Pusat Kanker Nasional di Setiap Daerah?

Rona kanker
Sunnaholomi Halakrispen • 08 Februari 2020 15:47
Jakarta: Kanker merupakan salah satu penyakit yang berisiko kematian. Meski demikian, tak menjadi patokan bahwa di setiap daerah di Indonesia harus ada pusat kanker berstandar nasional maupun internasional.
 
"Tidak harus demikian. Tapi setiap daerah harus punya pelayanan kanker terpadu yang salah satu kegiatannya adalah pelayanan multi disiplin," ujar Prof. Dr. dr. Soehartati A Gondhowiardjo, SpRad(K), OnkRad, di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat.
 
Ia memaparkan, pelayanan multi disiplin tersebut wajib, karena kanker bukan penyakit yang dapat diselesaikan oleh satu dokter. Sebaliknya, membutuhkan koordinasi berbagai bidang kedokteran yang berkaitan dengan kondisi kanker masing-masing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prof Soehartati menjelaskan, contohnya kondisi kanker payudara, yang bisa diangkat ketika ukurannya masih kecil. Walaupun begitu, tergantung pada hasil pH, perlu pemeriksaan secara menyeluruh.
 
"Perlu diradiasi atau tidak. Tergantung juga pada lokasi, ukuran, dan kelenjar getah beningnya. Sering kali memerlukan tindakan radiasi dan terapi sistemik atau hormonal atau kemoterapi," paparnya.
 
Ketika pasien perlu menjalankan tindakan radiasi atau terapi, maka sangat membutuhkan pelayanan dan koordinasi dari pihak medis terkait. Prof. Soehartati menekankan bahwa bukan berarti kanker panyudara sudah diangkat semua, lalu selesai pelayanan medisnya.
 
"Siapa yang menentukan itu? Di dunia ada namanya guidelines of evidence, yang berdasarkan pada pembuktian. Kita punya pedoman nasional penanganan medik untuk kanker," jelasnya.
 
Penanganan kanker di setiap rumah sakit berdasarkan pada pedoman penanganan kanker yang tekah ditetapkan pemerintah pusat. Tak berarti membutuhkan pusat kanker nasional di setiao daerah atau wilayah di Indonesia untuk menangani pasien kanker. "Jadi seharusnya di manapun juga pasien kanker ditangani, harusnya dengan standar pelayanan yang sama," pungkasnya.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif