NEWSTICKER
Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Dokter Melarang Masyarakat Membuat Hand Sanitizer di Rumah

Rona Virus Korona virus corona covid-19
Raka Lestari • 23 Maret 2020 13:43
Jakarta: Penggunaan hand sanitizer dianggap dapat mencegah penyebaran virus korona atau covid19. Tak heran, saat ini penjualan hand sanitizer meningkat hingga sulit ditemukan.
 
Keadaan ini membuat banyak orang mencoba untuk membuat hand sanitizer sendiri di rumah. Akan tetapi, apakah membuat hand sanitizer sendiri di rumah tidak diperbolehkan?
 
“Saya bilang itu tidak boleh (membuat hand sanitizer di rumah). Ketika Anda berlomba-lomba membeli alkohol, dokter-dokter yang bekerja sekarang ini kekurangan hand sanitizer karena alkoholnya diborong sama masyarakat,” ujar Prof Dr. dr. Ari Fahrial Syam SpPD – KGEH MMB FINASIM FACP, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prof Ari juga menambahkan bahwa, sebaiknya masyarakat tidak membuat hand sanitizer sendiri, dengan menjaga diri agar tetap di rumah pun sudah cukup.
 
“Kalau tidak paham bikin itu, bisa-bisa terbakar,” tambah Prof Ari.
 
“Alkohol 96 persen itu mudah terbakar. Sulut aja rokok, meledak itu. Alkohol 96 persen, H2O2, itu barang-barang yang mudah terbakar. Itu yang harus dikasih tahu, itu barang berbahaya,” tegas Prof Ari.
 
“Jadi tolong masyarakat jangan membuat hand sanitizer sendiri. Saat ini bahan bakunya sudah kosong dan dokter yang bekerja di rumah sakit ini sudah kehabisan hand sanitizer. Panic buying harus dihindari oleh masyarakat," tegasnya.
 
Menurut Prof Ari, hal tersebut justru bisa mengganggu pekerjaan dokter karena selain hand sanitizer dan masker, Alat Pelindung Diri (APD) juga sudah mulai susah ditemukan karena banyaknya masyarakat yang membeli padahal tidak membutuhkannya.
 
Jika berada di rumah, Prof Ari menyarankan untuk mencuci tangan menggunakan air dan sabun sehingga tidak perlu menggunakan hand sanitizer.
 
“Hand sanitizer meskipun 5 sampai 6 kali pemakaian, tetap harus dicuci pakai sabun karena virus yang menempel di tangan Anda harus dibuang,” tegasnya.
 
“Sebenarnya pakai alkohol, satu menit juga virus sudah mati tetapi kan virus itu masih menempel di tangan kita. Masih kotor juga tangan kita. Hand sanitizer hanya untuk membunuh, tidak untuk membuangnya. Jadi setelah 5 – 6 kali pemakaian hand sanitizer harus stop,” ujar Prof Ari.
 
Ia juga menyarankan agar masyarakat tidak perlu keluar rumah jika tidak dalam keadaan darurat. Jangan melakukan panic buying, dan jangan beli masker lagi.
 
"Cukup di rumah, kalau di rumah kan tidak perlu pakai masker. Di rumah juga sebaiknya jangan menerima tamu, silaturahminya melalui video call saja,” tutupnya.
 

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif