Paparan Sinar Gawai Memicu Penuaan Dini pada Kulit

Sri Yanti Nainggolan 13 September 2018 17:35 WIB
kecantikan
Paparan Sinar Gawai Memicu Penuaan Dini pada Kulit
(Foto: Lotikxane)
Jakarta: Tinggal di era digital membuat kita tak bisa melepaskan gawai. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan menatap layar elektronik dapat memicu penuaan?

Beberapa penelitian resmi menunjukkan bahwa sinar UV menghasilkan panas, yang juga menjadi pemicu penuaan dini pada kulit. 

Bahkan, tak hanya dari sinar UV, paparan panas dari lampu atau masakan juga dapat memicu pigmentasi atau penggelapan warna kulit. 


"Meski belum banyak penelitian, panas dari gawai juga dapat berefek sama," ujar ahli kulit dr Kardiana Purnama Dewi, SpKK dalam temu media, Kamis, 13 September 2018. 

Oleh karena itu, dokter yang praktek di RS Pondok Indah-Puri Indah tersebut menganjurkan untuk selalu menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit, termasuk dalam ruangan. 

Jika demikian, bagaimana menentukan jumlah SPF dalam tabir surya yang tepat?

"SPF bergantung pada kerentanan kulit. Untuk menentukannya, kita harus berjemur dulu di bawah sinar matahari, lihat seberapa cepat kulit memerah," ujarnya. Durasi tersebut menentukan berapa banyak SPF yang dibutuhkan. 

Namun, bila ingin ringkas, ia menyarankan SPF 30 untuk mereka yang lebih banyak berada dalam ruangan dan SPF 50 untuk mereka yang aktif di lapangan dan terpapar sinar matahari. 

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menggunakan tabir surya secara berulang agar kulit tetap terlindungi. 

"Prakteknya, kebanyakan orang mengandalkan SPF yang ada dalam kosmetik. Padahal, itu tak efektif," katanya.



(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id