Ukuran testis bisa tidak sama besar. Walau berbeda ukuran, testis seharusnya tidak pernah terasa sakit. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Ukuran testis bisa tidak sama besar. Walau berbeda ukuran, testis seharusnya tidak pernah terasa sakit. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Ukuran Testis Besar Sebelah, Normalkah?

Rona kesehatan
Anda Nurlaila • 16 Mei 2019 18:06
Ukuran testis bisa tidak sama besar. Walau berbeda ukuran, testis seharusnya tidak pernah terasa sakit. Jika mengindentifikasi adanya benjolan, nyeri saat ditekan, dan perubahan pada satu atau kedua testis ada beberapa kemungkinan penyebabnya seperti kista epididimis, pertumbuhan epididimis akibat kelebihan cairan, peradangan epididimis biasanya akibat infeksi, atau varikokel menyebabkan jumlah sperma rendah.
 

Jakarta:
Ukuran testis yang tidak sama antara kanan dan kiri umumnya normal. Testis kanan cenderung lebih besar. Salah satunya juga biasanya menggantung sedikit lebih rendah di dalam skrotum daripada yang lainnya.
 
Meski berbeda ukuran, testis seharusnya tidak pernah terasa sakit. Bentuk kedua testis seharusnya sama walaupun tidak sama besar. Normalnya, Anda tidak merasakan sakit saat duduk, berdiri, atau bergerak. Testis juga tidak boleh bengkak atau kemerahan bahkan jika satu testis lebih besar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Testis lebih berbentuk seperti telur, bukan bulat. Mereka biasanya halus, tanpa benjolan atau tonjolan. Benjolan lunak atau keras menunjukkan sesuatu yang tidak normal. Segera temui dokter jika menemukan benjolan atau tonjolan di testis.

Cara mengidentifikasi buah zakar

Healt Line memberi panduan melakukan pemeriksaan mandiri testis reguler (Testicular Self-Exam/TSE). TSE rutin dapat mengindentifikasi adanya benjolan, nyeri, nyeri saat ditekan, dan perubahan pada satu atau kedua testis. Skrotum harus longgar, tidak tertarik atau menyusut, saat TSE.

Ikuti langkah ini:

1. Gunakan jari dan ibu jari untuk menelusuri testis dengan lembut. Jangan menekannya terlalu keras.
2. Sepanjang permukaan satu testis, periksa adakah benjolan, tonjolan, perubahan ukuran, dan area yang nyeri.
3. Rasakan di sepanjang bagian bawah skrotum, area epididimis yakni sebuah tabung penyimpan sperma yang melekat pada testis. Seharusnya akan terasa seperti sekelompok tabung.
4. Ulangi pemeriksaan untuk testis lainnya.
5. Dianjurkan untuk melakukan TSE setidaknya sebulan sekali.
 
Ukuran Testis Besar Sebelah, Normalkah?
(Ukuran testis bisa tidak sama besar. Walau berbeda ukuran, testis seharusnya tidak pernah terasa sakit. Jika mengindentifikasi adanya benjolan, nyeri saat ditekan, dan perubahan pada satu atau kedua testis, konsultasikan dengan dokter SpKK. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Jika salah satu testis membesar, ada beberapa kemungkinan penyebabnya:

1. Epididimitis

Peradangan epididimis biasanya akibat infeksi. Ini merupakan gejala umum infeksi menular seksual (IMS) klamidia. Temui dokter jika ada rasa sakit yang tidak normal, terbakar ketika buang air kecil atau ada cairan keluar dari penis bersama urine.

2. Kista epididimis

Pertumbuhan epididimis akibat kelebihan cairan. Tidak berbahaya dan tidak memerlukan perawatan apa pun.

3. Orkitis

Orkitis adalah peradangan testis akibat infeksi, atau virus gondong. Temui dokter jika merasakan sakit, karena orkitis dapat menyebabkan kerusakan pada testis.

4. Hidrokel

Hidrokel adalah penumpukan cairan di sekitar testis yang menyebabkan pembengkakan. Penumpukan cairan normal seiring bertambahnya usia, dan tidak memerlukan perawatan. Namun, dapat juga menunjukkan peradangan.

5. Varikokel

Varikokel adalah pembuluh darah yang membesar di dalam skrotum. Varikokel menyebabkan jumlah sperma rendah, tetapi biasanya tidak perlu diobati jika tidak disertai gejala lain.

6. Torsi testis

Ini terjadi ketika testis berputar terlalu banyak. Akibatnya dapat memperlambat atau bahkan menghentikan aliran darah dari tubuh ke testis. Temui dokter jika merasakan nyeri persisten atau sakit yang hilang dan kembali tanpa peringatan. Torsi testis adalah keadaan darurat yang membutuhkan perawatan medis segera untuk menyelamatkan testis.

7. Kanker testis

Kanker testis terjadi ketika sel-sel kanker menumpuk di testis. Temui dokter jika Anda melihat adanya benjolan atau pertumbuhan baru di sekitar testis.
 
Kunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin (SpKK) di beberapa rumah sakit seperti RSCM - Kencana, RS Graha Medika, RS Husada. Atau kunjungi rumah sakit terdekat dari rumah Anda.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif