Empat Mitos Kopi yang Perlu Anda Ketahui
Harvard School of Public Health, Boston, menemukan tidak ada korelasi antara konsumsi kopi dan peningkatan risiko kematian. (Foto: Nathan Dumlao/Unsplash.com)
Jakarta: National Coffee Association (NCA) Amerika Serikat memperkirakan sekitar 83 persen orang dewasa di AS minum kopi. Beberapa orang menganggap minum kopi merupakan kebiasaan buruk. Apakah benar demikian? Berikut ini Mitos kopi yang bisa Anda ketahui.

1. Kopi bersifat candu
Benar dan salah. Hal ini tergantung pada penafsiran Anda tentang "adiktif." Kopi mengandung kafein, yang merangsang sistem saraf. 

Meskipun mengonsumsi secara teratur dikaitkan dengan ketergantungan fisik ringan, para ahli setuju kopi tidak ada kesamaan dengan ketergantungan pada obat-obatan atau alkohol.


2. Terlalu banyak minum kopi dapat meningkatkan risiko kematian
Harvard School of Public Health, Boston, menemukan tidak ada korelasi antara konsumsi kopi dan peningkatan risiko kematian. Secara umum, mengonsumsi sekitar 400 mg kafein per hari dinilai aman. Rata-rata warga AS mengonsumsi 200 mg dalam 3 cangkir kopi per hari.

(Baca juga: Ini Jumlah Kalori Saat Anda Minum Kopi)


(Harvard School of Public Health, Boston, menemukan tidak ada korelasi antara konsumsi kopi dan peningkatan risiko kematian. Foto: Brigitte Tohm/Unsplash.com)

3. Minum kopi siang hari mengganggu tidur di malam hari
Dibutuhkan sekitar 4 hingga 5 jam bagi tubuh untuk membersihkan (flush) kafein dari kopi. Kecuali Anda sangat sensitif terhadap kafein, beberapa cangkir siang hari tidak akan mempengaruhi tidur Anda. Namun, lebih baik untuk menghindari kopi sekitar enam jam sebelum tidur.

4. Kopi dapat membantu menurunkan berat badan
Kafein dalam kopi merangsang tingkat metabolisme sebanyak 11 persen, dan juga berfungsi sebagai penekan nafsu makan. Selain membakar kalori, minum kopi dikaitkan dengan oksidasi lemak, proses dimana tubuh memecah lemak sebagai sumber energi.



Timi Trieska Dara 








(TIN)