Asupan cairan yang berlebihan juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. (Foto Ilustrasi: Louis Hansel/Unsplash.com)
Asupan cairan yang berlebihan juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. (Foto Ilustrasi: Louis Hansel/Unsplash.com)

Dampak Kekurangan dan Kelebihan Mengonsumsi Air Mineral

Rona tips kesehatan
Dhaifurrakhman Abas • 26 Maret 2019 12:51
Air mineral menjadi sumber kehidupan bagi setiap manusia. Tapi ada kalanya jika mengonsumsi air, kita perlu tahu takarannya.
 
Jakarta: Sudah bukan rahasia jika manusia tak akan bisa hidup tanpa air mineral. Sebab air merupakan kebutuhan dasar yang menunjang manusia dalam bertahan hidup.
 
Karenanya, sangat penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Bahkan ketika mengikuti diet untuk menurunkan berat badan sekalipun, Anda tetap dianjurkan untuk mengonsumsi banyak air mineral.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak hanya berfungsi untuk mengangkut nutrisi dan oksigen ke berbagai bagian tubuh. Namun, air mineral juga berguna buat meningkatkan energi agar tubuh bisa melakukan berbagai aktivitas setiap hari.
 
Meski banyak manfaatnya, mengonsumsi air mineral ternyata juga ada aturannya. Tidak boleh diminum dengan jumlah terlampau berlebihan. Secukupnya saja.
 
Melansir Times of India, jika kelebihan mengonsumsi air mineral justru akan menjadi bumerang buat Anda. Apalagi yang ingin mendapatkan berat badan ideal. Kebanyakan mengonsumsi air putih malah bikin Anda kelebihan berat.

Baca juga: Agar Berjalan Kaki Bermanfaat buat Tubuh

Hal ini disebut dengan retensi air atau cairan dalam tubuh. Mengonsumsi air terlampau berlebihan membuat ginjal tidak akan mampu memprosesnya keluar dari tubuh. Akibatnya beberapa bagian tubuh seperti mata, tangan, kaki, hingga dalam jaringan gigi yang berlubang.  
 
Asupan cairan yang berlebihan juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. Menyebabkan Anda pusing, mual hingga kejang-kejang. Asupan air berlebih juga dapat menyebabkan masalah kesehatan lain yang disebut "hiponatremia".
 
Kondisi ini terjadi ketika seseorang minum banyak air dalam waktu singkat. Hiponatremia menyebabkan darah dan elektrolit Anda menjadi encer dan dapat menyebabkan mual, muntah, kebingungan, dan pembengkakan otak.
 
Lantas, berapa banyak air yang harus Anda konsumsi dalam sehari untuk mendapatkan efek paling baik? Masih menurut Times Of India, tidak ada jumlah takaran yang menjadi patokan tepat yang harus diminum seseorang dalam sehari.
 
Kuantitas air yang akan diminum tergantung pada berbagai faktor. Seperti berat badan, aktivitas keseharian, dan lingkungan tempat Anda tinggal. Namun beberapa studi menyebut, perempuan harus mengonsumsi setidaknya 3 liter air setiap hari. Sementara pria dianjurkan untuk mengonsumsi setidaknya 3,5 liter air setiap hari.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif