Mengapa Pengukuran Tekanan Darah Kerap Tak Akurat?

Sri Yanti Nainggolan 07 Agustus 2018 16:50 WIB
tips kesehatan
Mengapa Pengukuran Tekanan Darah Kerap Tak Akurat?
(Foto: Hindustan Times)
Jakarta: Tekanan darah menjadi salah satu indikator kesehatan seseorang. Namun, terkadang hasil tes tidak menunjukkan angka yang akurat.

Hal tersebut ternyata disebabkan oleh beberapa hal. Ketua Indonesian Society of Hypertension (InaSH) dr Tunggul D. Situmorang SpPD-KGH, mengungkapkan ada tiga hal yang menyebab pengukuran tekanan darah kurang tepat.

Pertama, metode yang tak digunakan tidak akurat. Saat ini, terdapat dua jenis alat ukur, yaitu merkuri (air raksa) dan digital.


"Pada merkuri, biasanya ada unsur subjektivitas karena pemeriksaan berdasarkan bunyi. Sementara, pada sistem digital tidak demikian sehingga lebih akurat asalkan dikalibrasi," ujar dr Bambang Widyantoro, Sp.JP, FIHA, PhD, dalam konferensi pers Omron Healthcare Indonesia dan Indonesian Society of Hypertension (InaSH) di Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.

Kedua, pada dasarnya tekanan darah memang tak pernah statis.

"Ini bukan angka, tetapi gelombang yang merupakan kumpulan angka," ujar dr Tunggul, yang mengungkapkan bahwa umumnya dilakukan 2-3 kali pengukuran dengan jeda tertentu untuk dibagi rata sebagai hasilnya. Dari sini, bisa didapatkan angka yang akurat. 

Terakhir, terdapat tendensi dimana tekanan datah akan lebih tinggi bila diperiksa oleh tenaga ahli.

"Jika dokter yang mengukur biasanya lebih tinggi daripada diukur sama suster," pungkasnya. 






(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id