Lima Alasan Bayi Tak Perlu Bantal saat Tidur
(Foto: Shutterstock)
Jakarta: Salah satu kebiasaan saat tidur adalah menggunakan bantal. Namun, hal tersebut tak wajib bagi bayi atau anak yang belum genap berusia 2 tahun karena justru dapat  membahayakan. 

Berikut adalah beberapa alasan mengapa penggunaan bantal pada si kecil sebaiknya dihindari. 

1. Dapat menyebabkan kekurangan napas


Ada kemungkinan kepala bayi yang ringan bisa tenggelam ke bantal yang empuk. Hal tersebut dapat menyebabkan kekurangan napas yang berujung pada mati lemas. Lubang hidung bayi yang kecil tertekan oleh bantal sehingga membatasi aliran udara ketika ia menggerakkan kepala ke sisi kanan atau kiri selama tidur.

2. Meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak

Selain mati lemas, pemakaian bantal pada bayi juga meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Bantal berbahan busa atau manik-manik thermocol, yang bisa terlepas tanpa sengaja, dapat membuat bayi tersedak. Di satu sisi, bantal tapal kuda yang biasa digunakan untuk bayi dapat membatasi gerak kepala pada bayi. 

3. Membuat kepanasan

Bantal kepala yang mahal umumnya memiliki sarung yang terbuat dari poliester atau bahan lain selain katun. Hal tersebut dapat meningkatkan panas di bawah kepala dan fluktuasi suhu dalam tubuh. Keringat  berlebih dapat menyebabkan hipertermia, yang fatal bagi jiwa. 

4. Keseleo pada leher

Kebanyakan bantal bayi berbulu halus dan tidak datar. Akibatnya, leher bisa keseleo jika tidur dalam durasi cukup lama. 

5. Dapat memicu sindrom kepala datar

Tidur dengan bantal dalam waktu terlalu lama dapat memicu sindrom kepala datar karena adanya tekanan konstan, akibatnya bisa terjadi cacat struktural pada bagian kepala. 

Lihat video:






(DEV)