Kelelahan didefinisikan sebagai suatu sindrom yang dikonseptualisasikan sebagai akibat dari stres kronis di tempat kerja yang belum berhasil dikelola. (Foto: Pexels.com)
Kelelahan didefinisikan sebagai suatu sindrom yang dikonseptualisasikan sebagai akibat dari stres kronis di tempat kerja yang belum berhasil dikelola. (Foto: Pexels.com)

WHO Akui Kelelahan Memengaruhi Status Kesehatan

Rona kesehatan
Anda Nurlaila • 17 Juni 2019 06:00
Sekarang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengakui kelelahan sebagai "fenomena pekerjaan". Dengan kata lain, di balik kelelahan mungkin ada alasan lain seperti penyakit yang membuat Anda harus istirahat atau berlibur. Kelelahan didefinisikan sebagai suatu sindrom yang dikonseptualisasikan sebagai akibat dari stres kronis di tempat kerja yang belum berhasil dikelola.
 

Jakarta: Banyak pekerja tetap menjalani aktivitas di tempat kerja meski mengeluh kelelahan. Sebagian lainnya membutuhkan lebih banyak waktu berkonsentrasi atau menyelesaikan pekerjaan.
 
Upaya meningkatkan kewaspadaan seperti secangkir kopi di pagi hari tidak dapat membantu banyak meningkatkan energi. Sebagian pekerja misalnya sudah lama merencanakan liburan namun tugas kantor seolah tak pernah berhenti. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sekarang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengakui kelelahan sebagai "fenomena pekerjaan". Dengan kata lain, di balik kelelahan mungkin ada alasan lain seperti penyakit yang membuat Anda harus istirahat atau berlibur. 
 
Seperti diwartakan Health, dalam sebuah siaran pers WHO mengumumkan kelelahan dalam Revisi ke-11 dari Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD-11). ICD-11 adalah pedoman bagi penyedia medis saat membuat diagnosis. Kelelahan juga ada dalam buku pegangan versi sebelumnya, ICD-10. Namun pada versi terbaru definisinya lebih terinci. 

Masalah akibat kelelahan kerja

Menurut WHO, kelelahan bukanlah kondisi medis atau penyakit, tetapi "faktor yang memengaruhi status kesehatan atau kontak dengan layanan kesehatan". Artinya orang mungkin berkunjung ke dokter atau profesional kesehatan lainnya karena masalah yang berkaitan dengan kelelahan. 
 
Dalam ICD-11, kelelahan didefinisikan sebagai “suatu sindrom yang dikonseptualisasikan sebagai akibat dari stres kronis di tempat kerja yang belum berhasil dikelola.”
 
WHO Akui Kelelahan Memengaruhi Status Kesehatan
(Sekarang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengakui kelelahan sebagai "fenomena pekerjaan". Kelelahan didefinisikan sebagai “suatu sindrom yang dikonseptualisasikan sebagai akibat dari stres kronis di tempat kerja yang belum berhasil dikelola. Foto: Pexels.com)

Kelelahan juga ditandai oleh tiga gejala utama: 

1. Perasaan kekurangan energi atau rasa capai.
2. Peningkatan jarak mental dari pekerjaan, atau perasaan negativisme atau sinisme yang terkait dengan pekerjaan seseorang.
3. Serta mengurangi kapasitas profesional.
 
Gejala-gejala yang sama juga dapat terlihat dalam situasi yang tidak berhubungan dengan pekerjaan, seperti kewalahan dengan pekerjaan rumah dan keluarga.  
 
Kendati begitu, WHO menyatakan diagnosis ini hanya boleh digunakan dalam konteks pekerjaan. Para profesional kesehatan juga harus terlebih dahulu menyingkirkan gangguan suasana hati dan kecemasan sebelum membuat diagnosis ini.
 
Menurut survei 2017 organisasi nirlaba American Institute of Stress, pekerjaan adalah penyebab stres paling umum ketiga di Amerika. CDC melaporkan rata-rata orang Amerika saat ini menghabiskan 8 persen lebih banyak waktu untuk bekerja daripada 20 tahun lalu. Rata-rata waktu kerja saat ini 47 jam per minggu. 
 
Selain itu, 40 persen pekerja mengatakan bahwa pekerjaan mereka menyebabkan stres tinggi. Dan sebanyak 26 persen merasa "kelelahan" akibat pekerjaan mereka.
 
Bagaimana cara mengelola beban kerja tanpa memengaruhi kesejahteraan? Berolahraga rutin adalah jawabannya. Studi pada 2017 mengungkap olahraga dapat mencegah atau membalikkan kelelahan terkait pekerjaan.
 
Hal lain yang membantu adalah mencari penyebab kelelahan di tempat kerja. Penelitian menunjukkan bahwa stres terkait pekerjaan dapat memperburuk kondisi jika tidak mendapat dukungan keluarga dekat dari jaringan sosial di luar pekerjaan. Penyebab lain kelelahan adalah tidak meluangkan waktu beristirahat meskipun sebentar sepanjang hari. 
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif