Bagaimana bangun dari keterpurukan? Berikut masukan dari Psikolog Klinis, Bianglala Andriadewi S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Ibunda.id. (Foto: Pexels.com)
Bagaimana bangun dari keterpurukan? Berikut masukan dari Psikolog Klinis, Bianglala Andriadewi S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Ibunda.id. (Foto: Pexels.com)

Cara Bangun dari Keterpurukan

Rona psikologi
Kumara Anggita • 08 April 2020 15:24
Jakarta: Ketika berbagai masalah menghadang, beberapa dari Anda tidak mampu untuk bangun lagi dan menjalankan hidup seperti sebelumnya. Ini bisa terjadi karena Anda berkutat pada pikiran negatif semata.
 
Kondisi ini bila terus dibiarkan akan membuat Anda semakin frustasi dan tidak berdaya menghadapi tantangan-tantangan tersebut.
 
Untuk itu, Psikolog Klinis, Bianglala Andriadewi S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Ibunda.id menganjurkan Anda untuk lebih berbelas kasih pada diri sendiri. Dengan cara ini Anda bisa merasa lebih baik dan menjalankan hidup secara lebih positif.
 

Berikut cara berbelas kasih pada diri sendiri:

 

1. Tidak mengkritik diri sendiri

Ketika Anda berada dalam situasi yang tidak menyenangkan, hal yang paling aman dan cepat untuk melampiaskan ketidaknyamanan tersebut adalah dengan menyalahkan diri sendiri. Hal ini sungguh tidak dianjurkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Mencoba untuk memahami dan berbaik hati kepada diri sendiri daripada mengkritik dan menghakimi ketika mengalami kesulitan atau kegagalan,” ujarnya pada Medcom.id.
 
Cara Bangun dari Keterpurukan
(Psikolog Klinis, Bianglala Andriadewi S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Ibunda.id. Foto: Istimewa)

2. Sadar bahwa Anda tidak sempurna

Banyak orang memiliki pandangan ideal terhadap sesuatu. Ini boleh-boleh saja namun perlu juga diingat bahwa Anda harus memberi kelonggaran pada diri sendiri bahwa semua hal tidak bisa sesuai dengan keinginan Anda.
 
“Menyadari bahwa penderitaan, kegagalan, dan ketidaksempurnaan adalah bagian dari pengalaman hidup manusia,” jelasnya.
 
“Hal-hal tidak selalu berjalan seperti yang diinginkan. Kita akan menghadapi frustasi, kerugian, kesalahan, dan hal-hal tidak nyaman lainnya,” lanjutnya.

3. Jangan abaikan rasa sakit

Ketika keterpurukan terjadi pada diri Anda, kesedihan, kekecewaan, kemarahan ikut datang melengkapi hari-hari Anda. Perasaan ini tentunya adalah sesuatu yang ingin cept-cepat Anda sudahi. Tentu Anda tidak boleh terlarut dalam hal itu namun berikan ruang dan waktu untuk memprosesnya sementara waktu.
 
“Tidak mengabaikan perasaan sakit, tetapi mengamati dan menyadari rasa tersebut,” ungkapnya.
 
Psikolog Bianglala menyimpulkan bahwa berbelas kasih kepada diri berarti membuka hati dengan pengalaman (menyenangkan maupun tidak), tidak melawan atau mengingkarinya dan menyadari bahwa ketidaksempurnaan adalah bagian dari hidup manusia.
 
Dengan seperti itu, Anda bisa sedikit demi sedikit bangun dari keterpurukan dan menghidupi hidup dengan lebih sedikit ketegangan. Berbelas kasihlah pada diri Anda sendiri dari sekarang.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif