NEWSTICKER
Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Pentingnya Melakukan Social Distancing demi Membatasi Penyebaran Covid-19

Rona Virus Korona virus corona covid-19
Kumara Anggita • 16 Maret 2020 12:13
Jakarta: Saat ini pemerintah sudah menganjurkan masyarakat Indonesia bekerja, ibadah, dan belajar di rumah untuk beberapa waktu terkait dengan penyebaran covid-19. Beberapa di antaranya sudah melakukannya dan ada juga yang tetap beraktivitas seperti biasa karena menganggap hal ini tak membahayakan.
 
Tentunya Anda tak perlu panik, namun sesungguhnya ada alasan logis dan menarik mengapa berdiam di rumah bisa amat membantu kita semua dalam memerangi penyakit ini.
 
Berikut penjelasannya dari The Washington Post:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Covid-19 sejauh ini masih dalam proses penelitian, dan para ahli khawatir bila jumlah kasus terus meningkat dua kali lipat setiap tiga hari. Di Amerika misalnya, sudah diprediksikan akan ada sekitar seratus juta kasus pada Mei mendatang. Angka ini didapat dari beberapa perhitungan.
 
Sesungguhnya ada hal yang bisa mematahkan perhitungan tersebut, yaitu dengan memperlambat penyebarannya. Hal ini dilakukan dengan mempraktikkan 'social distancing'. Anda hanya perlu untuk menghindari ruang publik untuk membatasi penyebaran virus ini.
 
Mungkin hal ini masih terlalu abstrak untuk dibayangkan. Oleh karena itu, Anda bisa mulai bayangkan bahwa ada populasi suatu tempat hanya berisi lima orang. Tak butuh banyak waktu untuk membuat orang di sana tertular.
 
Mereka tentu saja akhirnya akan pulih. Kabar baiknya, mereka jadi kebal terhadap virus tersebut dan tak bisa menularkannya ke orang lain lagi.
 
Pentingnya Melakukan <i>Social Distancing</i> demi Membatasi Penyebaran Covid-19
Lalu sekarang bayangkan apa yang terjadi ketika ada yang membawa virus ini menyebar di kota berpenduduk 200 orang. Perhatikan bagaimana kemiringan kurva merah, yang mewakili jumlah orang sakit, naik dengan cepat ketika penyakit menyebar dan kemudian berkurang ketika orang pulih. (Ilustrasi: Washington Post)

Apa gunanya karantina?

Untuk memperlambat dan mengurangi penyebaran maka mengisolasi diri atau karantina diterapkan oleh pemerintah Tiongkok pada Provinsi Hubei. Tentunya terbukti mustahil untuk sepenuhnya menutup populasi yang sakit dari yang sehat.
 
Leana Wen, mantan komisioner kesehatan untuk kota Baltimore, menjelaskan ketidakpraktisan karantina paksa pada The Washington Post, Januari lalu. "Banyak orang bekerja di kota dan tinggal di negara tetangga, dan sebaliknya," kata Wen.
 
“Apakah orang akan dipisahkan dari keluarga mereka? Bagaimana setiap jalan akan diblokir? Bagaimana persediaan sampai ke penduduk?,” lanjutnya.
 
Lawrence O. Gostin, seorang global health law di Georgetown University, mengatakan: "Yang benar adalah jenis penguncian itu sangat jarang dan tidak pernah efektif”.
 
Untungnya, ada cara lain untuk memperlambat wabah. Di atas segalanya, pejabat kesehatan telah mendorong orang untuk menghindari pertemuan publik, untuk tinggal di rumah lebih sering dan menjaga jarak dari orang lain. Jika orang tak banyak aktivitas di luar dan kurang berinteraksi satu sama lain, virus memiliki lebih sedikit peluang untuk menyebar.
 
Mari kita lihat apa yang terjadi ketika seperempat populasi kita terus bergerak. Sementara tiga perempat lainnya mengadopsi strategi yang oleh para ahli kesehatan disebut “social distance”.
 
Semakin jauh “social distancing” membuat semakin banyak orang sehat. Ada waktu untuk mereka yang sakit untuk pulih. Para tenaga medis pun alhasil bisa fokus melakukan penyembuhan pada mereka, baru sedikit demi sedikit yang sakit akan baru datang lagi.
 
“Kami mengendalikan keinginan untuk berada di ruang publik dengan menutup ruang publik. Italia menutup semua restorannya. Tiongkok menutup semuanya, dan kami juga menutup semuanya sekarang, ”kata Drew Harris, a population health researcher and assistant professor di The Thomas Jefferson University College of Public Health.
 
"Mengurangi kesempatan untuk berkumpul membantu jarak social distancing orang,” ungkap Drew Harris.
 
Pentingnya Melakukan <i>Social Distancing</i> demi Membatasi Penyebaran Covid-19
Untuk mensimulasikan lebih jauh “social distancing”, daripada membiarkan seperempat populasi bergerak, coba kita lihat apa yang akan terjadi ketika kita membiarkan satu dari setiap delapan orang bergerak. Akan lebih banyak yang sembuh sehingga mereka yang sakit jadi lebih sedikit. (Ilustrasi: Washington Post)
 
Dari simulasi-simulasi tersebut, hasil yang keluar pun berbeda. “social distancing” menjadi jawaban untuk permasalahan kita sekarang. Jagalah diri Anda dan orang di sekitar Anda.
 

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif