John Tsai, ahli gastroenterologi dari Austin Gastroenterologi, mengatakan bahwa sangat umum tubuh tidak toleran terhadap laktosa. Zat ini seringkali ditemukan dalam produk susu. (Foto: Nik MacMillan/Unsplash.com)
John Tsai, ahli gastroenterologi dari Austin Gastroenterologi, mengatakan bahwa sangat umum tubuh tidak toleran terhadap laktosa. Zat ini seringkali ditemukan dalam produk susu. (Foto: Nik MacMillan/Unsplash.com)

Kenapa Perut Sering Kembung?

Rona kesehatan pencernaan
Dhaifurrakhman Abas • 04 Januari 2019 11:38
Jakarta: Apakah Anda merasa sering mengalami perut kembung? Sampai-sampai berlebihan dan bikin tidak nyaman.
 
Umumnya, makanan tertentu yang dikonsumsi menjadi faktor penyebab perut menjadi kembung. Semakin banyak Anda makan, semakin banyak keberadaan gas di dalam tubuh.
 
Namun bukan hanya makanan, ada faktor lain yang berkontribusi menyebabkan perut menjadi kembung. Berikut penjelasannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca juga: 3 Langkah Alami untuk Mengatasi Perut Kembung)
 
1. Kondisi medis
 
Menurut Russell D. Cohen, anggota dewan GI Research Foundation dan direktur Inflammatory Bowel Disease Center di University of Chicago, beberapa orang dengan kondisi medis tertentu memiliki jumlah gas yang lebih banyak daripada orang lain.
 
Ini termasuk mereka yang hidup dengan penyakit radang usus atau sindrom iritasi usus. Perut kembung juga bisa disebabkan penyakit Crohn atau Colitis dan masalah gastrointestinal lainnya. "Penyakit ini semuanya berdampak pada jalur pencernaan atau usus," kata Cohen.
 

(Umumnya, makanan tertentu yang dikonsumsi menjadi faktor penyebab perut menjadi kembung. Semakin banyak Anda makan, semakin banyak keberadaan gas di dalam tubuh. Foto: Yuris Alhumaydy/Unsplash.com)
 
2. Intoleransi laktosa
 
John Tsai, ahli gastroenterologi dari Austin Gastroenterologi, mengatakan bahwa sangat umum tubuh tidak toleran terhadap laktosa. Zat ini seringkali ditemukan dalam produk susu.
 
Kata Tsai, kebanyakan tubuh mengalami  penurunan kemampuan untuk membelah laktosa seiring bertambahnya usia. Jika laktosa tak terurai, biasanya masalah ini akan dituntaskan bakteri pada usus. Sayangnya hal ini menyebabkan perut kembung.
 
"Ini pada gilirannya, dapat menyebabkan gas, kembung, sakit dan diare,” katanya
 
Dia bilang, cara ampuh untuk mengurangi perut kembung adalah dengan cara mengurangi asupan laktosa pada tubuh. Tenang saja, Anda bisa mengganti manfaat susu berlaktosa dengan mengonsumsi sayuran, ikan atau susu dari almond.
 
3. Efek operasi usus
 
Perut sering kembung juga bisa disebabkan efek samping dari operasi masa lalu. Cohen mencatat bahwa orang-orang yang pernah menjalani operasi usus di masa lalu sering kali dapat mengalami peningkatan gas dalam tubuh. "Setelah Anda menjalani operasi usus, itu akan pengumpulan bakteri di satu bagian, menyebabkan kembung," ujar Cohen.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi