Penelitian: Kebiasaan Bernapas Lewat Hidung Pertajam Ingatan

Sri Yanti Nainggolan 05 November 2018 09:00 WIB
penelitian
Penelitian: Kebiasaan Bernapas Lewat Hidung Pertajam Ingatan
Penelitian menunjukkan bahwa menurunnya kemampuan penciuman adalah salah satu tanda pertama penyakit Alzheimer. (Foto: Gian Cescon/Unsplash.com)
Jakarta: Apakah Anda terbiasa bernapas lewat hidung? Jika iya, Anda memiliki kemampuan memori yang lebih baik. Sebuah penelitian menemukan bahwa bernapas lewat hidung dapat meningkatkan ingatan. 

Kebiasaan normal tersebut meningkatkan transfer peristiwa yang dialami dalam kehidupan sehari-hari ke bagian penyimpanan ingatan jangka panjang.

Kesimpulan tersebut didapat dari penelitian yang meminta para partisipan mencium bau tertentu. Mereka yang bernapas dengan hidung memiliki ingatan lebih baik daripada partisipan yang bernapas dengan mulut. 


Temuan tersebut membuktikan bahwa menghirup melalui hidung lebih meningkatkan kognisi, ketimbang lewat mulut. 


(Sebuah penelitian menemukan bahwa bernapas lewat hidung dapat meningkatkan ingatan. Foto: Kal Loftus/Unsplash.com)

(Baca juga: Depresi Membuat Ingatan Menurun)

Menariknya, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa menurunnya kemampuan penciuman adalah salah satu tanda pertama penyakit Alzheimer.

Profesor Artin Arshamian, dari Karolinska Institute di Swedia, menjelaskan alur mengapa hal itu bisa terjadi. 

"Kenangan melewati tiga tahap utama dalam pengembangannya: pengodean, konsolidasi, dan pengambilan. Menghirup melalui hidung dibandingkan dengan mulut selama konsolidasi meningkatkan pengakuan memori."

Hal itu menunjukkan dua hal, lanjutnya. Pertama, pernapasan hidung penting dalam periode kritis pengaktifan dan penguatan ingatan. Kedua, mekanisme saraf kemungkinan muncul dari proses pernapasan hidung. 






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id