Pada hal-hal yang lebih kecil, perfeksionisme dapat dengan mudah menjadi penghalang untuk menyelesaikan sesuatu. (Foto: Pexels.com)
Pada hal-hal yang lebih kecil, perfeksionisme dapat dengan mudah menjadi penghalang untuk menyelesaikan sesuatu. (Foto: Pexels.com)

Kapan Sifat Perfeksionisme Menjadi Masalah?

Rona psikologi
Torie Natalova • 02 Juli 2019 07:17
Sifat perfeksionisme menurut psikolog profesor Gordon Fleet yakni mereka menetapkan standar realistis untuk diri mereka sendiri dan mendapatkan kesenangan dari kerja keras. Tetapi jika perfeksionisme menyebabkan tekanan, terutama jika itu mengisolasi Anda dari orang lain, sebaiknya minta bantuan terapis. 
 

Jakarta: Perfeksionisme sering kali dipandang sebagai sifat yang membawa kekuatan positif seseorang. Sayangnya, sifat tersebut biasanya melampaui upaya untuk perbaikan diri. Perfeksionisme dapat membuat penderitanya merasa berat bahkan dapat membenci diri sendiri karena kesalahan yang sangat kecil.
 
Psikolog profesor Gordon Fleet menjelaskan, pada 1978 perfeksionis terbagi dalam dua tipe yakni perfeksionis normal dan neurotik. 

1. Perfeksionis normal

Yakni mereka menetapkan standar realistis untuk diri mereka sendiri, mendapatkan kesenangan dari kerja keras mereka dan mampu memilih untuk menjadi kurang tepat dalam situasi tertentu.

2. Sedangkan perfeksionis neurotik 

Pada dasarnya memiliki standar yang sangat tinggi sehingga ini dapat mengarah pada kritik terhadap diri sendiri yang obsesif, ketakutan akan kegagalan dan penundaan atau jauh dari kesuksesan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kapan Sifat Perfeksionisme Menjadi Masalah?
(Sifat perfeksionisme menurut psikolog profesor Gordon Fleet yakni mereka menetapkan standar realistis untuk diri mereka sendiri Foto: Pexels.com)
 
Namun, ada beberapa perselisihan mengenai apakah kedua kategori perfeksionisme ini adalah cara realistis untuk membingkai masalah. Pasalnya, para ahli melihat orang-orang yang dianggap memilik perfeksionisme adaptis, tidak berhasil bagi mereka ketika hidup lebih stres dan hal-hal kurang terkendali.
 
Selain itu, perfeksionisme dapat bekerja untuk mereka dalam satu konteks misalnya situasi kerja. Pada hal-hal yang lebih kecil, perfeksionisme dapat dengan mudah menjadi penghalang untuk menyelesaikan sesuatu. Artinya, ketika perfeksionisme Anda mengganggu dalam pencapaian tujuan, saat itulah ia menjadi tidak berfungsi.

Kapan perfeksionisme menjadi masalah?

Perfeksionisme bergerak dari disfungsional menjadi benar-benar berbahaya bila dikombinasikan dengan kecenderungan negatif lainnya seperti kritik terhadap diri. Pada titik ini, itu terkait dengan berbagai masalah seperti gangguan makan, kecemasan dan depresi.
 
Perfeksionisme dapat mengalami stres kronis dan seperti diketahui stres adalah penyebab atau memperburuk berbagai bentuk tekanan psikologis. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa perfeksionisme dapat mengganggu kemampuan diri untuk mengatasi masalah kesehatan kronis seperti Crohn, jantung, kanker dan lainnya.
 
Perfeksionisme terparah bahkan dianggap sebagai faktor risiko untuk melukai diri sendiri bahkan berkaitan dengan bunuh diri. Ini karena rasa malu mereka dan stigma yang diantisipasi serta karena perfeksionisme dianggap sebagai ciri kepribadian yang cenderung relatif stabil dari waktu ke waktu.

Cara mengelola perfeksionisme

Jika perfeksionisme menyebabkan tekanan, terutama jika itu mengisolasi Anda dari orang lain, sebaiknya minta bantuan terapis. Karena, ketika perfeksionisme adalah sifat dari karakter seseorang, ia harus diperlakukan dengan benar jika tidak ingin menyebabkan masalah.
 
Terapi perilaku kognitif dapat membantu mengatasi sifat perfeksionisme karena ini adalah masalah yang didasarkan pada perilaku seseorang.
 
Jika sifat ini sudah sangat mengganggu Anda ada baiknya konsultasikan ke psikolog. Beberapa tempat bisa Anda kunjungi seperti Lembaga Terapan Universitas Indonesia, Smart Mind Center Consulting, atau Kasandra & Associates Psychological Practice. Atau temui layanan konsultasi psikologi di dekat rumah Anda.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif