Ilustrasi--Shutterstock.
Ilustrasi--Shutterstock.

Diet Anti-peradangan, Kunci Rahasia Hidup Lebih Lama

Rona tips kesehatan
Torie Natalova • 09 Juli 2019 17:59
Mengonsumsi makanan dan minuman anti-peradangan memiliki risiko 13 persen lebih rendah meninggal akibat kanker dan 20 persen lebih rendah meninggal akibat penyakit kardiovaskular. Hal tersebut berdasarkan studi yang diterbitkan Journal of Internal Medicine
 

Jakarta: Penelitian baru menunjukkan mengonsumsi makanan dan minuman anti-peradangan dapat membuat hidup lebih lama dan lebih sehat. Temuan ini berdasarkan studi yang diterbitkan Journal of Internal Medicine yang menganalisis data dari 68 ribu pria dan wanita di Swedia.
 
Dilansir dari netdoctor, peneliti menemukan bahwa mereka yang diet tinggi makanan anti-peradangan, 18 persen kemungkinannya lebih kecil untuk meninggal dibandingkan mereka yang tidak melakukan diet. Secara khusus, mereka memiliki risiko 13 persen lebih rendah meninggal akibat kanker dan 20 persen lebih rendah meninggal akibat penyakit kardiovaskular.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ahli gizi Jenna Hope menjelaskan diet anti-peradangan adalah rencana makan yang dirancang untuk mengurangi atau mencegah peradangan, yang merupakan akar dari banyak penyakit mematikan seperti kanker, jantung dan bahkan Alzheimer.
 
Peradangan sendiri dapat disebabkan oleh kondisi seperti radang sendi dan sindrom iritasi usus, serta faktor gaya hidup yang buruk seperti stres dan kurang olahraga. Itulah mengapa diet anti-peradangan secara luas dianggap sebagai pilihan gaya hidup sehat.
 
Untuk menjalankan diet ini, Anda harus mengonsumsi lebih banyak makanan yang memiliki sifat anti peradangan dan batasi makanan yang diproses atau makanan cepat saji.
 
Jenna menambahkan, ada beberapa makanan termasuk sayuran dan buah-buahan yang mengandung tinggi antioksidan sera mendukung efek anti-peradangan. Pastikan juga untuk mengonsumsi omega-3, seperti alpukat atau ikan yang berminyak karena omega 3 dikenal memiliki sifat anti-peradangan.
 
"Jika Anda seorang vegetarian, Anda mungkin ingin mempertimbangkan suplementasi karena sumber tanaman omega-3 harus diubah menjadi bentuk aktif sebelum digunakan oleh tubuh," kata Jenna.
 
Selain sayuran, ikan dan buah-buahan, rempah-rempah juga terkenal karena efek anti-peradangannya. Rempah yang memiliki anti-peradangan tinggi yaitu kunyit yang memiliki bahan aktif curcumin. Kopi dan cokelat hitam atau dark chocolate juga tinggi
antioksidan.
 
Anggur merah juga dikenal memiliki banyak sifat anti-peradangan. Namun, hati-hati mengonsumsinya karena banyak penelitian yang menganjurkan untuk menghindari alkohol agar terhindar dari peradangan. Ada 8 makanan terbaik yang memiliki sifat anti-peradangan tinggi yaitu bayam, cokelat hitam, raspberi, artichokes, kunyit, alpukat, beras merah dan ikan tinggi omega-3.
 
Selain menjaga pola makan, penting untuk diingat bahwa diet anti-peradangan tidak dapat menghasilkan dampak terbaiknya jika Anda masih mengalami stres serta sangat sedikit waktu untuk berolahraga.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif