Berikut ini adalah definisi terbaru seputar covid-19 dari Kemenkes. (Foto: Pexels.com)
Berikut ini adalah definisi terbaru seputar covid-19 dari Kemenkes. (Foto: Pexels.com)

8 Definisi Covid-19 Terbaru dari Kemenkes

Rona covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 15 Juli 2020 14:10
Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) RI dr. Terawan Agus Putranto mengeluarkan keputusan mengenai Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hal ini tertuang dalam Keputusan Menkes (Kepmenkes) dengan nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 yang ditandatangani Menkes.
 
Dalam keputusan itu dijelaskan bahwa ada tiga istilah yang dihapus atau tidak diberlakukan lagi pada pasien covid-19. Ketiganya adalah definisi Orang dalam Pemantauan (ODP), definisi Pasien dalam Pengawasa (PDP), dan definisi Orang Tanpa Gejala (OTG).
 
"Untuk Kasus Suspek, Kasus Probable, Kasus Konfirmasi, Kontak Erat, istilah yang digunakan pada pedoman sebelumnya adalah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG)," tulis Menkes dalam Kepmenkes.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Definisi operasional kasus covid-19 pun dibagi menjadi delapan kategori. Di antaranya, Kasus Suspek, Kasus Probable, Kasus Konfirmasi, Kontak Erat, Pelaku Perjalanan, Discarded, Selesai Isolasi, dan Kematian. 

1. Kasus Suspek

Istilah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini dikenal kembali dengan istilah kasus suspek. Sedangkan kasus suspek ialah seseorang yang memiliki salah satu dari tiga kriteria. 
 
Pertama, orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal. 
 
Kedua, orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable covid-19.
 
Ketiga, orang dengan ISPA berat atau pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan. 
 
ISPA sendiri merupakan mengalami kondisi demam (≥38 derajat celsius) atau riwayat demam, disertai salah satu gejala atau tanda penyakit pernapasan seperti batuk/sesak napas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia baik yang ringan hingga berat.

2. Kasus Probable

Kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan covid-19 DAN belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.
 
8 Definisi Covid-19 Terbaru dari Kemenkes
(Menkes menghapus istilah ODP, PDP, OTG terkait covid-19 dalam (Kepmenkes) dengan nomor HK.01.07/MENKES/413/2020. Foto: Ilustrasi. Pexels.com)

3. Kasus Konfirmasi

Seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus covid-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kasus konfirmasi dibagi menjadi dua, yakni kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) dan kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik).

4. Kasus Kontak Erat

Adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi covid-19. Riwayat kontak yang dimaksud dibagi menjadi empat kriteria. Pertama, kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable atau kasus konfirmasi dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.
 
Kedua, sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi, seperti bersalaman, berpegangan tangan, dan lain-lain. Ketiga, orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai standar. 
 
Keempat, situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi setempat.
 
Pada kasus probable atau konfirmasi yang bergejala (simptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala. 
 
Sedangkan, pada kasus konfirmasi yang tidak bergejala (asimptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum dan 14 hari setelah tanggal pengambilan spesimen kasus konfirmasi. 

5. Kasus Pelaku Perjalanan

Pelaku perjalanan adalah seseorang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri (domestik) maupun luar negeri pada 14 hari terakhir.

6. Discarded

Orang yang termasuk kategori discarded adalah apabila memenuhi salah satu dari dua kriteria. Pertama, Seseorang dengan status kasus suspek dengan hasil pemeriksaan RT-PCR 2 kali negatif selama 2 hari berturut-turut dengan selang waktu lebih dari 24 jam. Kedua, seseorang dengan status kontak erat yang telah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari.

7. Selesai Isolasi

Selesai isolasi adalah apabila memenuhi salah satu dari tiga kriteria yang ditentukan. Pertama, kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dengan ditambah 10 hari isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis 
konfirmasi.
 
Kedua, kasus probable atau kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR. Dihitung 10 hari sejak tanggal onset dengan ditambah minimal tiga hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.
 
Ketiga, kasus probable atau kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR 1 kali negatif. Dengan ditambah minimal tiga hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.

8. Kematian

Kematian covid-19 untuk kepentingan surveilans adalah kasus konfirmasi atau probable covid-19 yang meninggal.

 

(TIN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif