Mengingat covid-19 merupakan sebuah penyakit yang baru, penjelasan mengenai kemungkinan virus penyebab covid-19 menempel pada bulu hewan peliharaan Anda mungkin belum bisa dipastikan. (Ilustrasi/Pexels)
Mengingat covid-19 merupakan sebuah penyakit yang baru, penjelasan mengenai kemungkinan virus penyebab covid-19 menempel pada bulu hewan peliharaan Anda mungkin belum bisa dipastikan. (Ilustrasi/Pexels)

Apakah Covid-19 dapat Menempel di Bulu Hewan Peliharaan Anda?

Rona covid-19
Raka Lestari • 11 Agustus 2020 17:03
Jakarta: Sama seperti manusia, hewan juga mungkin merasa bosan jika harus berada di rumah dalam waktu yang cukup panjang. Dan membawa mereka berjalan-jalan keluar rumah bisa menjadi pilihan yang tepat.
 
Namun, di masa pandemi covid-19 ini mungkin Anda merasa khawatir jika mengajak hewan peliharaan keluar rumah dapat membuat virus dan bakteri menempel pada bulu-bulu mereka.
 
Mengingat covid-19 merupakan sebuah penyakit yang baru, penjelasan mengenai kemungkinan virus penyebab covid-19 menempel pada bulu hewan peliharaan Anda mungkin belum bisa dipastikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Pencegahan Infeksi di University of North Carolina Hospitals, Emily Sickbert-Bennett, PhD, MS, menjelaskan covid-19 dapat bertahan hidup pada permukaan yang berbeda-beda, seperti misalnya bulu binatang. "Akan tetapi, agar suatu permukaan bisa menyebarkan virus perlu ada serangkaian peristiwa lainnya,” ujarnya, seperti dilansir romper.
 
“Secara teknis mungkin bulu hewan bisa menyebarkan covid-19 tetapi hal tersebut sangat langka terjadi. Dan bulu hewan peliharaan sangat kecil sekali kemungkinannya untuk menularkan covid-19,” kata Sara Ochoa, D.V.M., konsultan hewan untuk doglab.com.
 
Dr Sickbert-Bennett mengatakan mencuci tangan harus menjadi prioritas jika Anda menyentuh hewan kesatangan. "Panduan pencegahan infeksi selalu menyarankan untuk mencuci tangan setelah menyentuh hewan karena itu cara terbaik untuk memutus rantai penularan yang mungkin terjadi sehingga virus dapat ditularkan dari hewan ke manusia,” katanya.
 
Sebaliknya, manusia lebih mungkin untuk menularkan virus ke hewan. FDA Amerika Serikat menemukan bahwa sebagian besar hewan yang terinfeksi covid-19 terkena setelah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi covid-19.
 
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga bahkan merekomendasikan agar memperlakukan hewan peliharaan sama seperti yang Anda lakukan terhadap anggota keluarga manusia lainnya dalam hal melakukan perlindungan dari kemungkinan terkena infeksi.
 
Dr Ochoa juga mengatakan bahwa pemilik hewan yang positif terinfeksi covid-19 sebaiknya menghindari kontak dengan hewan peliharaan mereka, sama seperti menghindari manusia lainnya. Jika tidak bisa dilakukan, Dr Ochoa menekankan pentingnya untuk menggunakan masker dan melakukan cuci tangan yang benar sebelum melakukan kontak dengan hewan.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif