Kemenlu telah menerbitkan imbauan kepada seluruh WNI untuk terus mengikuti informasi perkembangan virus Korona. (Foto: Ilustrasi. Dok. Adrian Agawin/Pexels.com)
Kemenlu telah menerbitkan imbauan kepada seluruh WNI untuk terus mengikuti informasi perkembangan virus Korona. (Foto: Ilustrasi. Dok. Adrian Agawin/Pexels.com)

Ramai Virus Korona, Kemenparekraf Imbau Traveler

Rona virus korona Kemenparekraf Coronavirus virus corona
Sunnaholomi Halakrispen • 26 Januari 2020 10:00
Jakarta: Coronavirus atau virus Korona yang menyebabkan pneumonia misterius masih menjadi perhatian dunia. Hal tersebut memengaruhi berbagai pihak, termasuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.
 
"Terkait imbauan untuk tidak bepergian, kita harus taat dengan imbauan yang telah dikeluarkan Kemenlu (Kementerian Luar Negeri)," ujar Plt. Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf, Guntur Sakti.
 
Ia memaparkan bahwa untuk saat ini, Kemenlu telah menerbitkan imbauan kepada seluruh WNI yang akan bertolak ke Tiongkok atau sudah berada di Tiongkok. WNI yang sedang traveling atau berkunjung ke Tiongkok diimbau untuk terus mengikuti informasi perkembangan virus Korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, juga menghindari bepergian ke Wuhan dan tidak melakukan kontak fisik dengan orang yang sedang sakit. Sementara itu, Kemenparekraf masih menargetkan kunjungan wisatawan nusantara untuk traveling ke Indonesia. Namun, lantaran virus Korona menyebar ke sejumlah negara, Guntur menekankan fokus lain.
 
"Dalam kondisi seperti ini yang diperlukan adalah tingkat kewaspadaan tinggi, safety, and security adalah hal paling utama, bukan target. Demi menjaga kualitas pariwisata di Indonesia," paparnya.
 
Imbauan bagi warga Indonesia yang traveling di luar negeri maupun di dalam negeri sebaiknya terus diperhatikan. Guntur menyatakan bahwa anjuran perjalanan bagi WNI ke luar negeri, termasuk Tiongkok, memang kewenangan Kemenlu.
 
"Kami di pemerintah dan stakeholder selalu berkoordinasi dan berhubungan erat, tidak terkecuali untuk kasus ini.  Pemerintah bersama dengan stakeholder langsung menyikapi hal ini dengan tingkat kewaspadan tinggi," tuturnya.
 
Guntur mengungkapkan, upaya melakukan kewaspadaan oleh pemerintah, di antaranya menyiapkan 100 rumah sakit yang ditetapkan sebagai rujukan untuk penyakit yang baru muncul atau emerging disease ini. Selain itu, untuk mencegah masuknya virus tersebut.
 
Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang, waspada dengan kesehatan diri saat mengunjungi tempat pariwisata, namun tidak khawatir berlebih. Sebab, pemerintah juga telah memasang alat pendeteksi suhu tubuh di 135 pintu masuk, baik darat, laut, maupun udara. 
 
"Logistik lainnya, seperti masker dan alat pelindung diri juga sudah disiapkan di seluruh pintu masuk Indonesia, terutama di 19 daerah yang menerima penerbangan langsung dari Tiongkok," pungkasnya.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif