Menkes Nila F Moeloek mengatakan memperketat pintu masuk internasional mencegah virus cacar monyet masuk ke Indonesia. (Foto: Dok. Medcom.id/Dheri Agriesta)
Menkes Nila F Moeloek mengatakan memperketat pintu masuk internasional mencegah virus cacar monyet masuk ke Indonesia. (Foto: Dok. Medcom.id/Dheri Agriesta)

Kemenkes Imbau Masyarakat Tak Panik tentang Cacar Monyet

Rona Cacar Monyet
Yatin Suleha • 15 Mei 2019 08:30
Baru-baru ini virus Monkeypox atau Cacar monyet masuk ke Singapura. Disebutkan kasus ini berasal dari seseorang asal Nigeria, berusia 38 tahun. Ia tiba pada 28 April lalu di Singapura. Pria tersebut dinyatakan positif terkena virus tersebut pada 8 Mei oleh Kementerian Kesehatan Singapura. 
 
Jakarta:
Sejak merebaknya kasus Monkeypox atau Cacar monyet atau di Singapura, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pun memperketat pintu masuk internasional mencegah virus itu masuk ke Indonesia. 
 
Dalam keterangan persnya, Menkes Nila F Moeloek mengatakan, "Kita khawatir karena saat ini sudah sampai di Singapura. Kami dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam, pintu masuk utama dari Singapura, kita perkuat dalam hal ini," ujar Menkes di Kantor Staf Presiden, Jalan Veteran, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019 lalu.
 
Kemenkes menghimbau masyarakat agar tidak perlu panik, dengan adanya pemberitaan mengenai adanya penyakit cacar monyet yang kemungkinan dapat masuk ke Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sampai saat ini belum ditemukan kasus Monkeypox di Indonesia,” jelas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Anung Sugihantono, MKes dalam siaran persnya melalui Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.
 
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk senantiasa waspada dan menjaga kebersihan.

Penularan cacar monyet

Monkeypox atau cacar monyet adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis). Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada kulit atau mukosa dari binatang yang tertular virus.
 
Penularan pada manusia, menurut Dirjen Anung, terjadi karena kontak dengan monyet, tikus gambia dan tupai, atau mengonsumsi daging binatang yang sudah terkontaminasi.
 
Inang utama dari virus ini adalah rodent (tikus). Penularan dari manusia ke manusia sangat jarang.
 
"Wilayah terjangkit cacar monyet secara global yaitu Afrika Tengah dan Barat (Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Ivory Coast, Liberia, Sierra Leone, Gabon and Sudan Selatan)," tambah Dirjen Anung.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Anung Sugihantono, MKes menegaskan cacar monyet hanya dapat didiagnosis melalui pemeriksaan laboratorium.

Pencegahan

Dirjen Anung menyatakan, cacar monyet dapat dicegah. Untuk itu ia mengimbau masyarakat untuk melakukan:
 
1. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dengan sabun.
2. Menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata dan membatasi pajanan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik.
3. Menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi.
4. Menghindari kontak dengan hewan liar atau mengonsumsi daging yang diburu dari hewan liar (bush meat).
5. Segera periksa kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat jika pelaku perjalanan baru kembali dari wilayah terjangkit cacar monyet.
 
Dirjen Anung mengatakan, "Pelaku perjalanan yang baru kembali dari wilayah terjangkit cacar monyet agar segera memeriksakan dirinya jika mengalami gejala-gejala: demam tinggi yang mendadak, pembesaran kelenjar getah bening dan ruam kulit, dalam waktu kurang dari tiga minggu setelah kepulangan. Serta menginformasikan kepada petugas kesehatan tentang riwayat perjalanannya."
 
Kepada petugas kesehatan, Dirjen Anung mengingatkan agar menggunakan alat pelindung, minimal sarung tangan dan masker saat menangani pasien atau binatang yang sakit.

Gejala dan tanda cacar monyet 

1. Masa inkubasi (interval dari infeksi sampai timbulnya gejala) cacar monyet biasanya 6-16 hari, tetapi dapat berkisar dari 5-21 hari. 
2. Gejala yang timbul berupa demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas.
3. Ruam pada kulit muncul pada wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras. Biasanya diperlukan waktu hingga tiga minggu sampai ruam tersebut menghilang.
 
Kemenkes Imbau Masyarakat Tak Panik tentang Cacar Monyet
(Baru-baru ini virus Monkeypox atau Cacar monyet masuk ke Singapura. Pria tersebut dinyatakan positif terkena virus tersebut pada 8 Mei oleh Kementerian Kesehatan Singapura. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Kelompok usia rentan terkena cacar monyet

Cacar monyet biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14-21 hari. Kasus yang parah lebih sering terjadi pada anak-anak dan terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien dan tingkat keparahan komplikasi.
 
Kasus kematian bervariasi tetapi kurang dari 10 persen kasus yang dilaporkan, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak. Secara umum, kelompok usia yang lebih muda tampaknya lebih rentan terhadap penyakit Monkeypox.
 
Dirjen Anung menegaskan cacar monyet hanya dapat didiagnosis melalui pemeriksaan laboratorium.
 
“Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus Monkeypox. Pengobatan simptomatik dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul,” tambahnya.

Kejadian Luar Biasa (KLB)

- Cacar monyet pernah menjadi KLB di beberapa wilayah. Tahun 1970 terjadi kejadian luar biasa pada manusia pertama kali di Republik Demokratik Kongo. 
 
- Tahun 2003 dilaporkan kasus di Amerika Serikat, akibat riwayat kontak manusia dengan binatang peliharaan prairie dog yang terinfeksi oleh tikus Afrika yang masuk ke Amerika. Tahun 2017 terjadi kejadian luar biasa di Nigeria.
 
- “Bulan Mei 2019 dilaporkan seorang warga negara Nigeria menderita cacar monyet, saat mengikuti lokakarya di Singapura. Saat ini pasien dan 23 orang yang kontak dekat dengannya, diisolasi untuk mencegah penularan lebih lanjut,” jelas Anung.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif