Baik atau buruk mengonsumsi jeroan selain daging? Simak informasinya di bawah in. (Foto: Tylor Kiser/Unsplash.com)
Baik atau buruk mengonsumsi jeroan selain daging? Simak informasinya di bawah in. (Foto: Tylor Kiser/Unsplash.com)

Mengonsumsi Jeroan bagai Pisau Bermata Dua

Rona kesehatan
Anggi Tondi Martaon • 10 Januari 2019 12:08
Jakarta: Daging bukanlah satu-satunya yang bisa dinikmati. Bagian lain, seperti hati, jantung, usus atau biasa disebut jeroan itu juga diolah dan disantap dengan nikmat.
 
Namun, kebiasaan tersebut tidak berlaku bagian seluruh orang. Dengan berbagai pertimbangan tentunya, mereka menghindari mengonsumsi organ tubuh hewan selain daging.
 
Timbul pertanyaan, baik atau buruk mengonsumsi organ tubuh selain daging? Dikutip dari Askdrmanny, jawabannya bagai pisau bermata dua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal yang baik mengonsumsi jeroan, seperti hati sarat dengan nutrisi. Hati tinggi folat, B12, B2, vitamin A dan juga merupakan sumber mineral yang kuat seperti zat besi, folat, kalsium, tembaga, dan seng.
 
Jawaban buruk jika mengonsumsinya terlalu berlebihan. Sebab hati mengandung 1,2 gram lemak jenuh dan 302 mg kolesterol.
 
(Baca juga: 10 Budaya Makan Sehat yang Bikin Bahagia)
 
Mengonsumsi Jeroan bagai Pisau Bermata Dua
(Daging bukanlah satu-satunya bagian tubuh dari hewan yang dimakan oleh manusia. Bagian lain, seperti hati, jantung, usus atau biasa disebut jeroan itu juga diolah dan disantap dengan nikmat. Foto: Natural Chef Carolyn Nicholas/Unsplash.com)
 
Kadar di atas melebihi dari jumlah harian maksimum yang direkomendasikan untuk orang sehat, yaitu 300 mg. Atau 100 mg untuk penderita diabetes atau penyakit jantung 200 mg.
 
Kekhawatiran lain adalah racun jika berasal dari hewan yang terkontaminasi. Sebagian besar sumber merekomendasikan agar mengonsumsi hati dari sebuah peternakan yang menggunakan praktik organik dan menggembalakan ternaknya.
 
Dalam laman yang sama juga disebutkan selain hati, organ lain yang perlu menjadi perhatian yaitu usus.
 
"Jika tidak dibersihkan dan dimasak dengan benar, dapat membawa berbagai bakteri berbahaya," sebut dalam laman tersebut.
 
Lalu, adakah organ yang bermanfaat tinggi terhadap kesehatan tapi risiko relatif rendah selain kolesterol tinggi? Jawabanya adalah jantung. Meski demikian, tentunya harus melalui proses yang baik sebelum disantap.
 
Berdasarkan penjelasan di atas, sebagian besar daging organ aman dikonsumsi. Tapi, kita tetap harus mengontrol tingkat konsumsi karena ada efek negatif yang ditimbulkan jika mengonsumsi terlalu berlebihan. Selain itu, jika masih ragu Anda juga berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif