Permen biasa dan permen bebas gula tetap dapat disesuaikan dengan diet seimbang. (Foto Ilustrasi: Pexels)
Permen biasa dan permen bebas gula tetap dapat disesuaikan dengan diet seimbang. (Foto Ilustrasi: Pexels)

Sehatkah Mengonsumsi Permen Bebas Gula?

Rona tips kesehatan
Raka Lestari • 21 Juli 2019 14:10
Inovasi permen bebas gula bukan menjamin permen tersebut sehat dikonsumsi. Menurut Alyssa Lavy, RD, permen ini tidak memiliki nutrisi yang cukup dan kandungan lain yang mungkin tidak dibutuhkan oleh tubuh.
 
 
Jakarta: Permen identik dengan rasa manis. Biasanya rasa manis ini berasal dari gula tambahan yang jika dikonsumsi berlebihan tidak baik bagi tubuh terutama bagi anak-anak.
 
Namun seiring adanya perkembangan teknologi. Saat ini terdapat permen yang bebas gula atau sugar free.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan adanya inovasi tersebut, beberapa orang menganggap bahwa permen bebas gula tersebut pilihan yang lebih baik dibandingkan permen biasa. Sehingga bagi Anda yang ingin mengonsumsi permen.
 
Kadang bagi Anda yang khawatir mengonsumsi kandungan gula dalam permen, bisa memilih permen yang bebas gula tersebut. Lalu apakah permen bebas gula tersebut memang pilihan yang lebih sehat?
 
"Permen bebas gula masih tetap permen. Meskipun mungkin permen bebas gula tidak mengandung gula dalam jumlah yang sama seperti permen biasa, tetap saja mereka tidak memiliki nutrisi yang cukup dan kandungan lain yang mungkin tidak dibutuhkan oleh tubuh," kata Alyssa Lavy, RD.
 
Meskipun begitu, Lavy mengatakan bahwa baik permen biasa dan permen bebas gula tetap dapat disesuaikan dengan diet seimbang.
 
"Permen bebas gula dapat tetap terasa manis dengan berbagai alternatif gula. Beberapa pemanis alternatif gula tersebut di antaranya sakarin, aspartam, dan sukralosa seperti erythritol, manitol, xylitol, dan sorbitol. Atau zat tambahan makanan seperti maltodekstrin," terang Lavy.
 
Sejauh ini, pengganti gula tersebut belum terbukti lebih sehat daripada gula tradisional. Bahkan, beberapa dari mereka, termasuk pemanis buatan, telah dikaitkan dengan kemungkinan mengubah microbiome usus. Seperti sebuah kumpulan organisme di saluran pencernaan Anda yang melindungi tubuh dari virus dan penyakit.
 
"Terutama pada gula lainnya, khususnya gula alkohol, dapat menyebabkan gas, kembung, diare pada sebagian orang," kata Lavy.
 
Selain itu, Lavy juga mengatakan bahwa bebas gula tidak selalu berarti bebas karbohidrat. Itu karena beberapa alternatif untuk hal-hal manis, seperti gula alkohol dan maltodekstrin, masih berupa karbohidrat.
 
Tentu saja, kalori dan lemak tetaplah kalori dan lemak. Banyak juga permen bebas gula memiliki jumlah yang sama dengan permen biasa. Ditambah lagi, banyak orang menganggap bahwa permen bebas gula merupakan pilihan lebih sehat sehingga mengonsumsinya secara berlebihan.
 
Peran Keluarga dalam Menangkal Diabetes

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif