NEWSTICKER
Apakah saat diet boleh melakukan cheating day? Simak informasi dari (Foto: Pexels.com)
Apakah saat diet boleh melakukan cheating day? Simak informasi dari (Foto: Pexels.com)

Apakah Cheating Day Diperlukan Saat Diet?

Rona kesehatan diet
Kumara Anggita • 06 Februari 2020 11:35
Jakarta: Menjalankan program diet bukan berarti Anda harus menderita terus menerus. Bila Anda lakukan ini, nanti mental dan badan Anda bisa stres dan ujung-ujungnya usaha yang dijalankan jadi gagal.
 
Dr. Amanda Dianky selaku Medical Scientific PT Kalbe Farma Tbk menjelaskan bahwa setiap minggunya Anda boleh punya cheating day. Ini adalah waktu ketika Anda bisa makan apa yang Anda suka.
 
“Cheating day selalu ada. Tinggal kita pintar-pintar mengakalinya. Misalnya saya mau minum milk tea, hitung berapa kalori milk tea. Lalu tinggal lari biar kalorinya keluar,” ujarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bila Anda melakukan diet dengan tujuan menguruskan badan, maka Anda bisa berfokus pada batas maksimal kalori harian. Pastikan saja tidak melebihinya.
 
Dengan seperti itu, Anda bisa menjalankan diet dengan santai, bahagia, tanpa tekanan. Cara ini bisa membuat Anda lebih konsisten menjalankan diet Anda dalam jangka waktu yang lama.
 
Dokter Amanda juga memberikan tips lain agar diet Anda bisa berkelanjutan. Berikut ini langkahnya:

1. Buat alasan yang bagus

Orang mengikuti program diet karena dimotivasi oleh sesuatu. Misalnya untuk menyenangkan orang lain, ikut-ikutan tren, atau biar pakaian-pakaian bagus terlihat di tubuh. 
 
Dokter Amanda menganjurkan agar Anda mendasari diet tersebut dengan alasan yang lebih kuat lagi seperti demi kesehatan. Hal ini bisa membuat Anda jadi lebih konsisten dalam mempertahankan gaya hidup yang sehat.
 
“Buat alasan yang benar misalnya aku ingin diet karena aku ingin sehat. Bayangkan biaya yang keluar berapa kalau sakit. Atau untuk ibu-ibu kalau punya anak bisa berpikir siapa yang jagain kalau ibunya terjadi sesuatu. Atau untuk yang single, nanti merepotkan keluarga, kerabat, dan lain-lain,” ujarnya.
 
Apakah <i>Cheating</i> <i>Day</i> Diperlukan Saat Diet?
(Anda tetap diperbolehkan melakukan cheating day, yaitu makan makanan yang Anda sukai sekali atau dua dalam seminggu. Tapi bakar lagi kalorinya dengan berolahraga. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

2. Reengage

Reengage dilakukan melalui dorongan dari orang-orang, kontrol dari diri sendiri, dan mencari banyak informasi. Support didapatkan dari orang yang sejalan dengan tujuan Anda yang ingin memliki hidup yang sehat. Anda bisa masuk ke komunitas tertentu agar terus diingatkan untuk menjaga komitmen yang telah dibuat.
 
“Selesai program bisanya balas dendam. Makan apapun. Carilah support. Join community,” ungkapnya.
 
Selain itu, ia melanjutkan bahwa Anda juga bisa juga mengunduh aplikasi-aplikasi yang relevan dengan diet Anda. Aplikasi yang bisa melihat seberapa banyak kalori yang Anda konsumsi dan kalori yang keluar. Ini digunakan untuk memgontrol diri sendiri.
 
Jangan lupa juga untuk terus memperkaya diri dengan informasi-informasi yang berkaitan dengan diet yang sehat. Pengetahuan tersebut bisa terus memotivasi Anda untuk tetap mempertahankan gaya hidup sehat. “Follow akun-akun yang memaparkan diet-diet sehat,” jelasnya.

3. Konsultasi

Setelah program diet berhasil, banyak orang berhenti berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Hal ini bisa buat Anda kembali ke kehidupan yang lama.
 
“Konsultasi ke dokter atau ahli gizi. Ini penting karena menurut jurnal, orang yang lakukan diet dan tetap dikontrol sama dokter cenderung berat badannya terus rendah. Tapi kalau tak ada visiting cenderung naik. Penelitian ini dilakukan pada 2.500 orang,” ungkapnya.
 
“Buatlah diri Anda tetap terkoneksi dengan ahli gizi atau dokter,” ungkapnya.

4. Fokus pada perkembangan Anda

Anda harus menyadari hasil baik dari program diet yang Anda terapkan. Jangan saat sudah mendapatkan tubuh yang ideal, Anda langsung tak ada motivasi lagi. Lihatlah apa yang terjadi pada tubuh Anda ketika gaya hidup sehat telah diterapkan.
 
“Banyak orang berpikir bahwa untuk apa diet lagi nanti berat badan naik lagi. Lalu Anda menyerah. Jangan lihat timbangan saja. Lihat progresnya. Bandingkan sebelum program dan sekarang (kesehatan). Jangan balik lagi. Karena semua kesehatan bukan hanya dari berat badan harus holistik,” jelasnya.
 
Bangunlah perspektif bahwa diet adalah hal yang menyenangkan dan demi kebahagiaan jangka panjang. Dengan seperti itu, kebiasaan gaya hidup yang baik ini bisa bertahan selamanya.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif