Untuk memenuhi cara diet vegan yang tepat, kata para ahli, pola makan vegan yang sehat harus seimbang. (Foto: Pexels.com)
Untuk memenuhi cara diet vegan yang tepat, kata para ahli, pola makan vegan yang sehat harus seimbang. (Foto: Pexels.com)

Reaksi Tubuh Saat Hanya Mengonsumsi Sayuran dan Buah

Rona diet
Dhaifurrakhman Abas • 14 Agustus 2019 11:46
Diet vegan tidak dianjurkan dilakukan dalam jangka panjang.
 
Jakarta:
Buah dan sayuran memiliki komposisi nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Selain bergizi tinggi, kedua jenis makanan ini rendah kalori.
 
Banyak ahli merekomendasikan kombinasi keduanya sebagai pilihan asupan tubuh saban hari. Bagi mereka yang sedang mengikuti program diet, rajin mengonsumsi buah dan sayur efektif menurunkan berat badan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, bagaimana reaksi tubuh saat hanya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan tanpa asupan makanan lengkap? Hal ini harus menjadi perhatian Anda yang tengah menjalani diet vegan. Diet jenis ini memang mengedepankan konsumsi keduanya.
 
Selain buah dan sayuran, diet veganisme juga memasukkan kacang-kacangan dan biji-bijian dalam menu makanan sehari-hari. Diet ini tampaknya menawarkan lebih dari sekadar menurunkan berat badan. 
 
Bahkan, asupan kombinasi itu terbukti mengurangi kadar kolesterol dan tekanan darah. Selain itu, kombinasi tersebut juga meningkatkan kesehatan pembuluh darah dan sistem kekebalan tubuh lantaran mengandung antioksidan yang dapat mengurangi kerusakan DNA dan mengurangi risiko kanker.
 
Akan tetapi, diet vegan tidak dianjurkan dilakukan dalam jangka panjang. Menurut studi yang dilakukan University of Giessen, Jerman, diet dengan hanya mengonsumsi buah dan sayuran mentah tanpa asupan makanan bisa mengakibatkan masalah kesehatan.
 

Gangguan menstruasi


Hasil penelitian memang menemukan ada penurunan berat badan rata-rata 9,9 kilogram pada pria dan 12 kilogram pada perempuan. Akan tetapi, perempuan yang menjalani diet tersebut dalam jangka panjang rentan terkena amenore parsial atau tidak mengalami menstruasi.  
 
Para peneliti menekankan bahwa diet makanan mentah ketat tidak dianjurkan untuk jangka panjang. Hal ini karena dikaitkan dengan penurunan berat badan dan komplikasi yang ekstrem, khususnya pada perempuan.
 
Diet itu merugikan karena tubuh tidak mendapatkan sumber nutrisi lain untuk dibakar menjadi energi. Ini mengarah pada bentuk penurunan berat badan yang tidak sehat. 
 
Selain kehilangan lemak, seseorang juga kehilangan massa dan kekuatan otot. Asupan kalori rendah secara bertahap juga akan menghasilkan penurunan tingkat energi yang signifikan, membuat kegiatan sehari-hari sulit dilakukan.
 

 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif